Members Online

13 Guests, 1 User
ala_abro
* * *

Pages: [1]   Go Down
  Print  
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TechnoratiShare this topic on Twitter
Author Topic: Pesona Sehat dari Gunung Pancar  (Read 2064 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Hotmazter
Administrator
Letnan
*****

GRP: 2
Posts: 120



« on: January 02, 2008, 02:55:17 PM »


            

Pesona Sehat dari Gunung Pancar

SIANG itu tidaklah terlalu cerah. Langit diselimuti awan tebal. Sesekali rintik hujan berjatuhan. Meski cuaca tidak bersahabat, Yuli beserta sahabatnya Dini dan Fitri tetap asyik menolong Ny Budi Santoso (57), warga Jakarta, melakukan terapi berendam di bawah pancuran air hangat.

Ketiga siswa sekolah dasar (SD) kelas VI ini tampak begitu akrab bermain di bawah pancuran air panas Taman Wisata Gunung Pancar di Kampung Blok Beurih, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Orang sering menyebut tempat wisata ini sebagai pusat kesehatan dan spiritual.

Lokasinya memang agak terpencil. Dari Perumahan Bukit Sentul, wisatawan harus menelusuri perjalanan menuju ke arah tenggara, tepatnya menuju ke Desa Karang Tengah. Setelah sampai di pertigaan, wisatawan akan dituntun dengan penunjuk arah menuju Gunung Pancar sejauh tujuh kilometer.

Sepanjang jalan itu wisatawan akan melihat pekerja kasar membelah dan mengangkut batu kali, melewati pematang sawah, dan beberapa jembatan. Sesekali ditemui truk tua yang berjaya di masa tahun 1965-an masih diparkir di pinggir jalan. Truk tak berpelat nomor itu masih digunakan mengangkut batu kali.

Setelah menelusuri jalan aspal yang belakangan ini terlibat mulai berlubang, pengunjung akan menemukan pintu masuk taman wisata air panas tersebut. Di pintu masuk ini pengunjung harus membayar tanda masuk Rp 1.000 per orang, mobil Rp 2.000, dan sepeda motor Rp 1.000. Adapun untuk keperluan berkemah wisatawan dikenai karcis Rp 5.000, sedangkan mendaki ke puncak Rp 25.000 per lima orang per hari. Pemandu wisata siap memandu wisatawan dengan bayaran Rp 25.000 per hari.

Namun, jangan salah, pintu masuk terlihat sangat tidak efektif dan cenderung merugikan wisatawan. Wisatawan yang baru pertama kali datang ke lokasi ini akan terheran-heran, sebab di pintu masuk kedua juga dipungut Rp 3.000 per orang, mobil Rp 3.000, dan sepeda motor Rp 1.500.

Di sepanjang jalan ke pancuran itu pepohonan pinus tampak berjajar di sisi kiri dan kanan. Harum aroma pinus menjadi dambaan pendaki yang ingin akrab dengan alam. Semilir angin yang berembus kuat semakin menggetarkan pepohonan nan hijau di kawasan hutan PT Perhutani yang sudah diserahkan pengelolaannya kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sejak tahun 1992.

"Sayang sekali, kawasan wisata yang begitu bagus harus dimasuki dengan membayar berkali-kali. Biaya masuk ini tidak membuat jalan menuju kawasan wisata ini bertambah baik. Entah, uang itu untuk apa. Buktinya, infrastruktur jalan semakin parah. Bagaimana mau laku tempat wisata kayak begini," ujar seorang wisatawan sambil menggerutu.

Meskipun harus bersusah payah menempuh perjalanan mendaki begitu lama dan penuh jalan berlubang, suasana sejuk dan kehangatan air panas seakan meluluhlantakkan kekesalan itu. Mereka yang semula datang dari berbagai penjuru menjadi akrab bermain di riak-riak air.

MESKIPUN belum terjalin lama, di kolam pancuran air panas yang hanya berdiameter sekitar dua meter ini, Yuli, Dini, dan Fitri tampak begitu akrab bergaul dengan Ny Budi, seperti seorang ibu yang sayang pada anak-anaknya. Kolam itu terbagi menjadi dua, satu khusus wanita dan lainnya khusus pria. Tempatnya pun masing-masing tertutup dinding setinggi 2,5 meter.

Di kolam itu mereka saling berbagi cerita, bahkan sebagian minuman perempuan itu diberikan kepada anak-anak warga Cilendek, Kota Bogor ini. Padahal, sebelum keakraban itu terjadi, Ny Budi hanya bilang, "Ibu datang ke sini mau berendam air panas. Soalnya, pinggul ibu sakit sekali. Kata dokter, saraf pinggul ibu sebelah kanan terjepit."

Ny Budi memang sudah menjalani perawatan fisioterapi di rumah sakit, tetapi beberapa orang menyarankan berendam di air hangat Gunung Pancar supaya proses penyembuhan semakin cepat.

Namun, anak-anak itu pun akhirnya memahami. Dengan tangan-tangan terampil, mereka menolong ibu itu berendam di bawah pancuran air panas berkadar kalsium dan mineral tersebut. "Ibu jangan takut, kami mau membantu ibu kok," ujar Yuli ditemani Dini dan Fitri menuntun Ny Budi berendam seluruh badan.

Yuli bersama dua temannya datang ke pancuran air panas setiap Sabtu atau Minggu. Mereka meyakini, selain air ini begitu hangat, khasiatnya juga sangat banyak bagi manusia.

"Saya merasa pelajaran di sekolah dengan mudah dapat dicerna. Saya tidak tahu persis penyebabnya," ujar Yuli.

Pesona wisata ini pantas dibanggakan dan kerap dirindukan wisatawan untuk mencari kesegaran. Namun, sayang jalan menuju kawasan wisata ini sangat buruk.  (STEFANUS OSA TRIYATNA)

By Koran Kompas   
        
 
   

 

 

 

 

Logged
GENDON
Guest
« Reply #1 on: February 13, 2008, 09:02:45 PM »

Wah tambah satu lagi nih tujuan untuk berwisata petualangan, kalo dari Pasar Minggu jauh gak yah ?
Kalo pakai sepeda, kira-kira berapa hari ?
Logged
bonzaik
Kapten
*****

GRP: 3
Posts: 229

Welcome


« Reply #2 on: February 16, 2008, 10:57:19 AM »

oooooom ajak-ajak yah kalo mau ke gunung pancar..?

katanya sih ga jauh, dari jkt  cuma 2 jam menuju kesana.... Smiley




Wah tambah satu lagi nih tujuan untuk berwisata petualangan, kalo dari Pasar Minggu jauh gak yah ?
Kalo pakai sepeda, kira-kira berapa hari ?
Logged

Welcome
GENDON
Guest
« Reply #3 on: February 22, 2008, 10:24:42 PM »

Kalo ke Gunung Pancar sih gampang, ke Jakarta nya yang susah ....
Logged
Andik
GLOBAL MODERATOR
Mayor Jendral
****

GRP: 9
Posts: 944


"Climb On..."

andirachman89@hotmail.com andirachman89 milanyamor
Email
« Reply #4 on: April 09, 2008, 06:02:12 PM »

Kalo ke Gunung Pancar sih gampang, ke Jakarta nya yang susah ....

Mang nya jakarta gak punya peta...? Huh Cheesy Grin Grin
Logged

**ShArE YoUr KnoWleDge = EasY YouR LifE**
toge
HUMAS
Letnan Jendral
****

GRP: 10
Posts: 1246

salam untuk semua

5649790 toge toge
Email
« Reply #5 on: October 24, 2009, 09:01:19 AM »

gw masih aja gak yakin jalur kegunung pancar dgn cara biker
kepengen banget sih nyoba kesana
Logged

...kondisi yang memainkan peran penting...
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
Catatan Pendek Latimojong 2b : Nenemori dan jalur neraka paman yudi 8 585 Last post July 13, 2009, 10:13:33 PM
by Gembel
Peraturan Forum Tyas 4 999 Last post September 11, 2009, 02:05:50 PM
by Hotmazter
GAK SENGAJA MASUK KE GUA hardie_elshirazy 13 1569 Last post December 24, 2009, 02:29:57 AM
by cirios
Phobia Akan Gelap « 1 2 » Luna 24 2023 Last post November 08, 2008, 11:10:32 AM
by Dwee
[INFO] Acara Rafting Heiho 0 168 Last post March 31, 2010, 06:14:03 PM
by Heiho

TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc