Members Online

16 Guests, 0 Users
* * *

Pages: [1] 2   Go Down
  Print  
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TechnoratiShare this topic on Twitter
Author Topic: STATUS Gunung2 Berapi di IND!!!  (Read 1843 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
jenggot
Mayor Jendral
*****

GRP: 45
Posts: 812



« on: March 23, 2009, 11:43:53 PM »


            

@rekan2 gappala
Hasil pemantauan dari Pos PGA Dempo ke puncak G. Dempo yang dilakukan hingga tanggal 22 Maret 2009 tidak menunjukan adanya kegiatan asap hembusan/letusan yang berasal dari Kawah Marapi-Dempo lagi.

Dengan kondisi aktivitas tersebut di atas maka status kegiatan G. Dempo diturunkan dari status Waspada (Level II) menjadi status Normal (Level I) sejak tanggal 23 Maret  2009 pukul 16.00 WIB.

untuk aktivitas pendakian dipersilahkan untuk kembali dilanjutkan.
sekian news update untuk dempo dari lahat sumatera selatan.

salam
VSI-Team
Logged

Harta yang paling berharga adalah keluarga....(me,my hun & 2 litle junior)
Krupoek_MLarat
HUMAS
Mayor Jendral
****

GRP: 6
Posts: 1014


~:Times Up:~

t00ghe@hotmail.com t00ghe@yahoo.com
Email
« Reply #1 on: March 24, 2009, 05:59:04 AM »

wahhh..manteb bener dah bung jenggot ini, specialis beginian...
thanks inpohnya bung J.... Grin
ayoo ayoo monggo...mumpung baru dibuka kembali...masih hangat,,,masih hangat..
Logged

~::++++++::~
fahmi
Letnan
****

GRP: 0
Posts: 118


Email
« Reply #2 on: March 24, 2009, 11:03:49 AM »

Muantabs.. paman "J".. update terus..

thanks....
Logged
jenggot
Mayor Jendral
*****

GRP: 45
Posts: 812



« Reply #3 on: March 24, 2009, 04:26:19 PM »

sekarang mari kita sama2 alihkan ke gunung semeru dan sedang memasuki tahap kritis di kepundannya. setelah meletus cukup besar pada 6 dan 15 maret 2009 yang lalu, saat ini semeru sedang berjuang untuk mempertahankan stabilitas kubah lava sisi selatan jongring seloko dari tekanan magma yang sangat besar dari dapur magma dangkalnya.

mudah2an semeru segera melewati masa kritisnya (saat ini) dan bisa kembali normal dengan letusan khas 20 menitannya (150 kali per hari). sehingga pada musim pendakian tahun ini semeru bisa menjadi salah satu tujuan pendakian rekan2.

salam.
Logged

Harta yang paling berharga adalah keluarga....(me,my hun & 2 litle junior)
enggal
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 18


Email
« Reply #4 on: March 24, 2009, 04:31:27 PM »

 Cheesy Cheesy Cheesy :Dwah pucuk dicita ulam pun tiba Kiss Kiss.... kebetulan ne om  jenggot eeng pengen kesana..info cari info..eeeeeeeeee.... infonya datang sdiri... Grin Grin Grin.masih hangat lagi........ monggo mas .........wacauuuu   smangatttttttttttttt Grin Grin Grin tapi info untuk kesana  blm lengkap om... untk jalur transport n jalur resmi pendakiannya  eeng minta info tambahannya.....ok....om  Kiss Kiss Kiss
Logged
cow
Letnan Kolonel
**

GRP: 1
Posts: 488


Core 2 cow


WWW
« Reply #5 on: March 24, 2009, 05:55:15 PM »

sekarang mari kita sama2 alihkan ke gunung semeru dan sedang memasuki tahap kritis di kepundannya. setelah meletus cukup besar pada 6 dan 15 maret 2009 yang lalu, saat ini semeru sedang berjuang untuk mempertahankan stabilitas kubah lava sisi selatan jongring seloko dari tekanan magma yang sangat besar dari dapur magma dangkalnya.

mudah2an semeru segera melewati masa kritisnya (saat ini) dan bisa kembali normal dengan letusan khas 20 menitannya (150 kali per hari). sehingga pada musim pendakian tahun ini semeru bisa menjadi salah satu tujuan pendakian rekan2.

salam.

AMIEN
Logged

Hidup adalah petualangan

Next WHAT
mis.mr
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 31


« Reply #6 on: April 18, 2009, 04:32:05 AM »

hatur thankyu untuk inpogh nya mas jenggot,semoga segala bisa kembali "normal" kembali. Grin Grin
Logged
jenggot
Mayor Jendral
*****

GRP: 45
Posts: 812



« Reply #7 on: April 23, 2009, 08:12:50 PM »

Technical Report
Status Terkini Gunung Slamet (21 April 2009)



Kegempaan
19 April 2009, terekam 49 kali kejadian Gempa permukaan dengan amplituda maksimum 3 – 8 mm.
20 April 2009, terekam tidak menerus Gempa Tremor Vulkanik dengan amplituda maksimum 0.5 – 1 mm, 97 kali kejadian gempa permukaan dengan amplituda maksimum 3 – 10 mm dan lama gempa 5 – 15 detik.
21 April 2009, mulai pukul 06:15 – 09:25 WIB terekam secara menerus Gempa Tremor Vulkanik, dengan amplituda maksimum berkisar antara 0.5 – 10 mm.

Visual

20 April 2009, sejak pukul 21:00 WIB – 24:00 WIB, cuaca cerah, angin tenang, dari puncak G. Slamet terlihat asap putih tipis dengan tinggi ± 50 meter.
21 April 2009, :
Pukul 00.00 – 06:00 WIB, cuaca cerah, angin tenang, dari puncak G. Slamet terlihat asap putih tipis dengan tinggi ± 50 meter.
Pukul 06:00 - 08:00 WIB, cuaca cerah, asap putih kecoklatan tebal dengan tinggi ± 50 – 300 m, bergerak cenderung ke arah barat . Sejak pukul 08:00 WIB, gunung tertutup kabut.

Suhu Air Panas
17 April 2009 pukul 08:30 WIB, pengukuran temperatur air panas masingmasing di Pandansari ± 42.2 °C. dan di Pasepuhan ± 61.6 °C
21 April 2009 pukul 10:30 WIB, pengukuran temperatur air panas masingmasing di Pandansari ± 45,7 °C dan di Pasepuhan ± 63 °C.

Kesimpulan
Terjadi peningkatan kegiatan G. Slamet yang ditandai oleh peningkatan Gempa Permukaan dan Gempa Tremor Vulkanik, temperatur air panas dan kejadian hembusan asap.

Berdasarkan data visual, kegempaan dan temperatur air panas maka terhitung sejak 21 April 2009, pukul 12:00 WIB, status G. Slamet dinaikan dari Normal (Level I) menjadi WASPADA (Level II).

Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Slamet dan kami tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (BPBD Provinsi dan dan Satlak PB) setempat. Apabila aktivitas G. Slamet kembali menurun atau meningkat, maka status G.Slamet dapat diturunkan atau dinaikan kembali sesuai dengan tingkat kegiatannya.

Rekomendasi
Sehubungan dengan peningkatan status G. Slamet menjadi Waspada, kami merekomendasikan sebagai berikut :
Tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke puncak G. Slamet. Jika terjadi hujan abu lebat, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran
Pernapasan.

Masyarakat di sekitar G. Slamet diharap tenang dan tetap waspada, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Slamet. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah (selaku BPBD Provinsi) dan Pemerintah Kabupaten (Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga) (selaku SATLAK PB) tentang aktivitas G.Slamet. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

VSI - TEAM
Logged

Harta yang paling berharga adalah keluarga....(me,my hun & 2 litle junior)
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #8 on: April 24, 2009, 01:06:27 PM »

Gunung Slamet Siaga
 

Jumat, 24 April 2009 | 11:48 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Siwi Nurbiajanti


PEMALANG, KOMPAS.com- Aktifitas Gunung Slamet di Jawa Tengan terus meningkat. Selain gempa permukaan dan tremor vulkanik, mulai Kamis sore terjadi letusan asap disertai sinar api dan lontaran larva pijar. Dengan kondisi tersebut, status Gunung Slamet dinaikkan menjadi siaga.

Berdasarkan data pada Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat (24/4), letusan asap disertai larva terjadi setiap 15 hingga 20 menit. Sejak Kamis pukul 18.09 hingga Jumat pukul 06.00, jumlah letusan asap mencapai 52 kali.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Gambuhan, Sukedi, mengatakan, selain letusan asap, alat juga merekam terjadinya gempa permukaan sebanyak 79 kali, mulai Kamis hingga Jumat pukul 06.00 tadi. Selain itu juga tercatat gempa tremor vulkanik secaara terus-menerus, dengan amplitudo antara 4 hingga 6 milimeter.

Menurut dia, petugas masih melakukan pengamatan secara intensif, dan memantau perkembangan dari waktu ke waktu. Aktifitas warga juga masih berlangsung normal.
Sukedi meminta agar masyarakat tetap tenang. Apabila terjadi letusan abu, mereka diimbau untuk menggunakan masker.

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/24/11485384/Gunung.Slamet.Siaga
Logged
fahmi
Letnan
****

GRP: 0
Posts: 118


Email
« Reply #9 on: April 26, 2009, 02:35:30 AM »

Minggu, 26/04/2009 01:28 WIB
Aktifitas Gunung Api Slamet Meningkat, Kabut Tebal Selimuti Purwokerto

Arbi Anugrah - detikNews

Jakarta - Sejak Senin, 21 April lalu, aktifitas gunung api Slamet, Jawa Tengah mengalami peningkatan. Suara gemuruh dan asap tebal yang disertai lava pijar keluar dari mulut gunung.

Pantauan detikcom hingga Minggu (26/4/2009) di kota Purwokerto, aktifitas gunung berapi kini masih berlangsung. Kabut tebal masih menyelimuti kota Purwokerto dan sekitarnya. Jika siang hari, kabut tebal ini membuat udara di sekitar gunung yang biasanya dingin menjadi panas dan gersang.

Pada Sabtu, 25 April kemarin gunung dengan ketinggian 3.432 m dpl itu telah 26 kali mengalami letusan asap disertai lontaran lava pijar setinggi 50-700 m. Letusan asap itu diikuti gempa permukaan sebanyak 27 kali dengan amplitudo 3-12 mm.


Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #10 on: May 06, 2009, 07:57:06 AM »

Gunung Slamet Meletus 490 Kali Sehari
 

Selasa, 5 Mei 2009 | 19:51 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Burhanudin


BANYUMAS, KOMPAS.COM - Intensitas letusan Gunung Slamet hingga 10 hari sejak kali pertama meletus masih relatif tinggi. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Slamet, Pulosari, Gambuhan, Pemalang, dalam dua hari terakhir jumlah letusan gunung tertinggi kedua di Jawa itu mencapai rata 490 kali per hari.

Kepala Subbidang Evaluasi Bencana Geologi pada Badan Geologi, Agus Solihin, Selasa (5/5), mengungkapkan, kekuatan letusan gunung Slamet bervariasi. Terkadang menyemburkan lava pijar hingga ketinggian 500 meter, terkadang hanya menghembuskan asap tebal kehitaman ke udara.

"Intensitas letusan Slamet dalam dua hari terakhir masih pada kisaran 500 kali dalam sehari. Letusan ini tid ak berbahaya dan hanya menyemburkan debu dan lava pijar. Debu hanya dirasakan masyarakat di wilayah utara seperti Pemalang dan Tegal," kata Agus usai memberikan sosialisasi antisipasi bencana Gunung Slamet di Kecamatan Cilongok, Banyumas, Selasa.

Agus melanjutkan, dibanding intensitas letusan yang terjadi pada 1 Mei lalu, yang 600 kali dalam sehari, jumlah letusan dalam dua hari terakhir relatif telah menurun. Namun demikian, hal itu tak dapat dijadikan patokan apakah peningkatan aktivitas vulkanik di gunung ini mulai mereda. 

"Pastinya, kami masih menetapkan status siaga hingga kini," kata Agus. Tipe letusan Gunung Slamet adalah stromboli, yakni menyemburkan lava pijar dan debu ke atas. Hal ini berbeda dengan Gunung Merapi yang letusannya disertai lelehan lava pijar dan wedhus gembel. Hal itu kecil kemungkinan terjadi di gunung ini.

Relatif kecilnya letusan Gunung Slamet juga dikarenakan posisi dapur magma yang relatif jauh dari puncak. Badan Gunung Slamet yang tambun dan tinggi, membuat gerakan magmatik dalam skala masif sulit menembus hingga permukaan kawah.

Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Banyumas, Junaidi, mengatakan, meskipun letusannya tak terlalu berbahaya, kewaspadaan masyarakat mengantisipasi kemungkinan bencana harus tetap ada, terutama masyarakat ring dua yang terletak empat kilo meter di sekitar gunung. Pemkab Banyumas membagikan 5.000 masker untuk kepada warga sekitar gunung untuk mengatisipasi sebaran debu letusan Gunung Slamet.

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/05/19514544/gunung.slamet.meletus.490.kali.sehari
Logged
Kitinx
Moderator
Mayor
****

GRP: 1
Posts: 338


« Reply #11 on: May 06, 2009, 04:12:31 PM »

Lekas sembuh ya, Met. Dah kangen aku menapaki hutanmu lagi
Logged

harumnya rerumputan basah
indahnya pelangi di sana
tarian kenari yang ceria
terselip edelweiss di paruhnya

"nyanyian lembah hijau" - boomerang
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #12 on: May 06, 2009, 05:48:34 PM »

Timbul Letupan, Status Rinjani Jadi Waspada

02 Mei 2009 22:30 WIB     
MATARAM--MI: Status Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dinaikkan dari level I (normal) menjadi waspada (level II) mulai Sabtu (2/5) pukul 16.30 Wita.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung di laman resmi, menyatakan telah terjadi letusan asap yang menunjukkan penongkatan aktivitas Gunung Rinjani. Pada Sabtu pukul 16.01 Wita, terjadi letusan asap berwarna coklat pekat mencapai ketinggian 1.00 meter di atas Gunung Barujari.

Gunung Barujari atau Gunung Tenga merupakan satu dari dua kerucut di bagian timur danau/kaldera Rinjani (danau segara anak). Satu kerucut lain yakni Gunung Mas atau Gunung Rombongan. (OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/72717/129/101/Timbul-Letupan-Status-Rinjani-Jadi-Waspada

Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #13 on: May 06, 2009, 05:51:41 PM »

Peningkatan Status Kegiatan G. Rinjani dari Normal ke Waspada
       
Written by Administrator     
Saturday, 02 May 2009 
Hasilevaluasi tingkat kegiatan G. Rinjani sebagai berikut:


I.     Pendahuluan

Gunung Rinjanimerupakan gunungapi aktif tipe A yang dipantau secara terus menerus. Lokasi G. Rinjanisecara administratif terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Baratdan secara geografis pada 08º 25' Lintang Selatan dan 116º 28' Bujur Timur.Terdapat 2 (dua) kerucut di bagian timur danau/Kaldera Rinjani (Danau SegaraAnak), yaitu G. Barujari atau G. Tenga, tingginya 2376 m dan G. Mas atauG. Rombongan, tingginya 2110 m dpl.


II. Kegempaan

Aktivitas kegempaan G. Rinjani tanggal 29 April 2009 dicirikan oleh 4 Tremor Vulkanik dengan Amplituda maksimum 1.5 - 3mm, lama gempa 10 - 100 detik.
Tanggal 30 April 2009 terekam 4 Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 10 - 35mm, lama gempa 70 - 220 detik, S-P 15 - 60 detik, 5 Tremor dengan amplituda maksimum 2 - 5mm, lama gempa 25 - 44 detik
Tanggal 1 Mei 2009 terekam 7 kejadian tremor dengan amplituda 3 - 5mm, lama gempa 50 - 83 detik, 2 Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 5 - 10mm, lama gempa 10 - 11 detik dan S-P 1.5 detik.
Tanggal 2 Mei 2009 pukul 09:36 WITA terekam Tremor dengan amplituda maksimum 2mm dan lama gempa 55 detik. Pukul 15:38:37 hingga 15:57:45 terekam 1 kejadian gempa VA dengan amplituda maksimum 9mm, lama gempa 10 detik, dan S-P 1 detik. 3 kali gempa Letusan dengan amplituda maksimum 5 - 10mm, lama gempa 55 - 90 detik.

III.   Visual


Tanggal 2Mei 2009 pukul 16.01 WITA terjadi letusan asap pada berwarna coklat pekatmencapai ketinggian 1000 meter di atas titik letusan di G. Barujari disertaisuara dentuman lemah.


IV. Potensi Bencana


Daerah yangberpotensi terancam jatuhan abu dan material lontaran batu pijar G. Rinjani terletakdi dalam kaldera. Jatuhan abu juga dapat tersebar di sekeliling G. Rinjanitergantung pada arah angin. Apabila letusannya membesar ancaman bahaya akanterjadi di bagian utara G. Rinjani, terutama di daerah aliran Sungai KokokPutih yang berhulu di area bukaan kawah. Apabila terjadi limpahan air DanauSegara Anak, akibat letusan, maka dapat menyebabkan banjir bandang di SungaiKokok Putih.


V.    Kesimpulan

Telah terjadi peningkatan kegiatan G. Rinjani pada bulan Mei 2009 yang ditandai oleh letusan asap.
Berdasarkan analisis data visual dan kegempaan maka terhitung tanggal 2 Mei 2009 pukul 16:30 WITA, status kegiatan G. Rinjani dinaikkan dari "Normal" (Level I) menjadi "Waspada" (Level II)
Pemantauansecara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi tingkat kegiatan G. Rinjani Apabilaaktivitas G. Rinjani  kembali menurun atau meningkat, maka status G. Rinjani dapatditurunkan atau dinaikkan kembali sesuai dengan tingkat aktivitasvulkaniknya. Koordinasi dengan semua pihak terkait akanditingkatkan.


VI. Rekomendasi

 Dalam statusWaspada  maka direkomendasikan sebagai berikut:

1.     Tidak melakukan pendakian ke puncak/SegaraAnak G. Rinjani

2.     Masyarakat di sekitar G. Rinjani diharaptetap tenang, tidak terpancing isyu-isyu yang tidak jelas tentang letusan G. Rinjanidan harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB setempat.

3.     Perlu diwaspadai apabila terjadi letusan didalam Kaldera Rinjani adalah aliran S. Kokok Putih, karena sungai tersebutmerupakan satu-satunya pelimpahan air dari Danau Segara Anak. Oleh sebab itumasyarakat yang bermukim disekitar aliran ini perlu lebih waspada, terhadapkemungkinan banjir bandang.

4. Tidak/Belum perlu dilakukan pengungsian.

5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasidengan Tim Tanggap Darurat yang telah berada di lapangan (Pos Pengamatan G. Rinjanidi Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur)  atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung (Hasilevaluasi kegiatan G.Rinjani ini dapat di " down-load", File Lengkap(klik disini) )

 
Last Updated ( Sunday, 03 May 2009 ) 

http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/index.php?option=com_content&task=view&id=476&Itemid=119
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #14 on: May 06, 2009, 05:53:47 PM »

Evaluasi Kegiatan G. Rinjani Nusa Tenggara Barat         


Written by Administrator     
Tuesday, 05 May 2009 
 

Download File: Evaluasi G. Rinjani 5 Mei 2009

I.     Pendahuluan

Gunung Rinjani merupakan gunungapi aktif tipe A yang dipantau secara terus menerus. Lokasi G. Rinjani secara administratif terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan secara geografis pada 08º 25' Lintang Selatan dan 116º 28' Bujur Timur. Terdapat 2 (dua) kerucut di bagian timur danau/Kaldera Rinjani (Danau Segara Anak), yaitu G. Barujari atau G. Tenga, tingginya 2376 m dan G. Mas atau G. Rombongan, tingginya 2110 m dpl.

Tanggal 2 Mei 2009 pukul 16.01 WITA terjadi letusan asap pada berwarna coklat pekat mencapai ketinggian 1000 meter di atas titik letusan di G. Barujari disertai uara dentuman lemah.

II. Kegempaan

A. Tanggal 3 Mei 2009

Pukul 18.00 - 24.00 WITA, 21 kali Gempa Letusan dengan amplituda 2 - 15 mm dan lama gempa 30 - 170 detik. 13 kali Gempa Tremor dengan amplituda maksimum 2 - 5 mm dan lama gempa 35 - 135 detik.
B Tanggal   4 Mei 2009

Pukul 00.00 - 06.00 WITA, 27 kali Gempa Letusan dengan amplituda maksimum 2 - 15 mm dan lama gempa 10 - 150 detik. 10 kali Gempa Tremor dengan amplituda maksimum 2 - 5 mm dan lama gempa 5 - 75 detik. 1 kali Gempa Low Frekuensi (LF) dengan amplituda 10 mm dan lama gempa 130 detik. 1 kali Gempa Hembuasan dengan amplituda maksimum 5 mm dan lama gempa 50 detik. 1 kali Gempa Terasa II MMI, pukul 05.20 WITA dengan amplituda maksimum 65 mm dan lama gempa 175 detik.
Pukul 06.00 - 12.00 WITA, 17 kali Gempa Letusan denganamplituda maksimum 2 - 9 mm dan lama gempa 35 - 110 detik
Pukul 12.00 - 18.00 WITA, 23 kali Gempa Letusan dengan amplituda maksimum 2 - 16 mm dan lama gempa 10 - 180 detik. 1 kali Gempa Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 10 mm dan lama gempa 50 detik. 1 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 16 mm dan lama gempa 180 detik.
Pukul 18.00 - 24.00 WITA, 18 kali Gempa Letusan dengan amplituda maksimum 4 - 10 mm dan lama gempa 44 - 132 detik. 6 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 1 - 1,5 mm dan lama gempa 25 - 26 detik. Pukul 18.40.43 WITA Gempa Terasa II MMI, Pukul 18.52.00 WITA Gempa Terasa II MMI.
C. Tanggal 5 Mei 2009

Pukul 00.00 - 06.00 WITA, 17 kali Gempa Letusan dengan amplituda maksimum 2 - 11 mm dan lama gempa 20 - 205 detik. 10 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 1 - 2 mm dan lama gempa 22 - 55 detik.
 

III.      Visual

A. Tanggal 3 Mei 2009

Tanggal 3 Mei 2009 pukul 18.00 - 24.00 WITA, gunung tertutup kabut
B. Tanggal 4 Mei 2009

Pukul 00.00 - 06.00 WITA, teramati letusan abu abu - putih kecoklatan tinggi 500 - 700 meter condong ke utara, gunung sering tertutup kabut.
Pukul 06.00 - 12.00 WITA, gunung tertutup kabut
Pukul 12.00 - 18.00 WITA, gunung tertutup kabut.
Pukul 18.00 - 24.00 WITA, gunung tertutup kabut
C. Tanggal 5 Mei 2009

Tanggal 5 Mei 2009 pukul 00.00 - 06.00 WITA, gunung tertutup kabut
 

IV. Potensi Bencana

Daerah yang berpotensi terancam jatuhan abu dan material lontaran batu pijar G. Rinjani terletak di dalam kaldera. Jatuhan abu juga dapat tersebar di sekeliling G. Rinjani tergantung pada arah angin. Apabila letusannya membesar ancaman bahaya akan terjadi di bagian utara G. Rinjani, terutama di daerah aliran Sungai Kokok Putih yang berhulu di area bukaan kawah. Apabila terjadi limpahan air Danau Segara Anak, akibat letusan, maka dapat menyebabkan banjir bandang di Sungai Kokok Putih.

 

V.     Kesimpulan

Letusan abu masih terus berlangsung.
Berdasarkan analisis data visual dan kegempaan dari tanggal 2 Mei 2009 pukul 16:30 WITA, hiingga 5 Mei 2009 pukul 06.00 WITA status kegiatan G. Rinjani masih tetap "Waspada" (Level II)
Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi tingkat kegiatan G. Rinjani Apabila aktivitas G. Rinjani  kembali menurun atau meningkat, maka status G. Rinjani dapat diturunkan atau dinaikkan kembali sesuai dengan tingkat aktivitas vulkaniknya. Koordinasi dengan semua pihak terkait akan ditingkatkan.

 
VI. Rekomendasi

 Dalam status Waspada  maka direkomendasikan sebagai berikut:

1.    Tidak melakukan pendakian ke puncak/Segara Anak G. Rinjani

2.    Masyarakat di sekitar G. Rinjani diharap tetap tenang, tidak terpancing isyu-isyu yang tidak jelas tentang letusan G. Rinjani dan harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB setempat.

3.     Perlu diwaspadai apabila terjadi letusan di dalam Kaldera Rinjani adalah aliran S. Kokok Putih, karena sungai tersebut merupakan satu-satunya pelimpahan air dari Danau Segara Anak. Oleh sebab itu masyarakat yang bermukim disekitar aliran ini perlu lebih waspada, terhadap kemungkinan banjir bandang.

4.  Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Tim Tanggap Darurat yang telah berada di lapangan (Pos Pengamatan G. Rinjani di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur)  atau dengan  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung (Hasil evaluasi kegiatan G.Rinjani ini dapat di -"download" di  http://www.vsi.esdm.go.id).

 Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

 

                                                                                      a.n Kepala Badan Geologi

                                                                                            Kepala  Pusat Vulkanologi dan

                                                                                            Mitigasi Bencana Geologi

                                                                                                           

 
                                                                                            Dr. Surono

                                                                                            NIP. 100008418



 
http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/index.php?option=com_content&task=view&id=480&Itemid=119
Logged
Pages: [1] 2   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
Gede-Pangrango : The Pearl in the Crown of Java (Catatan Perjalanan) aji_mr_frog 1 475 Last post August 19, 2009, 09:11:58 PM
by Andi SERGAP !
Menapak Cumulus di Puncak Merbabu (Sebuah Catatan Kenangan) aji_mr_frog 5 720 Last post November 08, 2009, 03:16:33 PM
by Gembel
*TEHNIK RAFTING* ade 11 2006 Last post November 19, 2008, 05:14:10 PM
by G
SEARCH AND RESCUE « 1 2 » GENDON 28 3610 Last post June 15, 2010, 09:43:34 AM
by Andik
Taman Nasional Meru Betiri, Realita & Angan-Angan ... « 1 2 » GENDON 16 4515 Last post October 04, 2007, 11:47:27 AM
by GENDON

TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc