Members Online

21 Guests, 2 Users
Adien, ala_abro
* * *

Pages: 1 [2]   Go Down
  Print  
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TechnoratiShare this topic on Twitter
Author Topic: STATUS Gunung2 Berapi di IND!!!  (Read 1841 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #15 on: May 06, 2009, 06:00:40 PM »

Anak Gunung Rinjani Meletus

Sabtu, 2 Mei 2009 | 23:54 WIB
MATARAM,KOMPAS.com-Gunung Barujari (2.376 meter di atas permukaan laut)  yang merupakan anak Gunung Rinjani (3.726 meter) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) meletus, Sabtu (2/5).

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Ir Heryadi Rachmat di Mataram, Sabtu malam mengatakan, letusan pertama terjadi sekitar pukul 15.50 Wita disusul letusan kedua dan ketiga lima menit kemudian.

Ia mengatakan, semburan abu tipis dari  letusan Gunung Barujari tersebut mengarah ke Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang lokasinya berdekatan dengan gunung api tersebut.

"Menurut laporan  dari geologis kami, Kusnadi yang mendampingi tim dari Badan Geologi Bandung  dipimpin ahli gunung api Ir. Igan Supriatman. Msc, akan memindahkan ’seismograf’ atau alat pencatat gempa   dari pemantauan gunung api ke pelawangan (pintu masuk kawasan peristiwa)," katanya.

Menurut Heryadi, di sekitar pelawangan turun abu tipis. Tim ahli gunung api  menurut rencana akan menginap di pelawangan dan pengecekan akan dilakukan besok, Minggu (3/5). "Tim ahli gunung api tersebut akan melakukan pengecekan besok, karena mereka tiba di pelawangan sudah sore, pusat letusan belum diketahui secara pasti," ujarnya.

Letusan Gunung Barujari tersebut belum membahayakan, namun warga sekitarnya diharapkan tetap waspada. Gunung Barujari pada September 2004 meletus dan menyemburkan lava dan  abu, namun tidak sampai menelan korban jiwa. 
 

ONO
Sumber : Ant

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/05/02/23544891/anak.gunung.rinjani.meletus
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #16 on: May 06, 2009, 06:03:22 PM »

Pendakian Rinjani Ditutup Sementara 


Senin, 4 Mei 2009 | 17:49 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Pendakian ke Gunung Rinjani, Pulau Lombok,Nusa Tenggara Barat, untuk sementara ditutup, menyusul aktivitas vulkanik Gunung Baru, -anak Gunung Rinjani, yang bisa mengancam keselamatan para pendaki.

"Status Rinjani yang semula normal, dinaikkan menjadi waspada," ujar Ir Heryadi Rahmat, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, hari Senin (4/5) di Mataram.

Aktivitas vulkanik Gunung Baru (2.376 meter) memuncak Sabtu pekan lalu sekitar pukul 16.00, ditandai oleh letusan asap coklat pekat mencapai ketinggian 1.000 meter, yang disertai dentuman lemah, dan aktivitas kegempaan beberapa kali selama 55-90 detik. Aktivitas vulkanik Gunung Baru yang berada di Danau Segara Anak- Kaldera Gunung Rinjani (3.726 meter) itu, nyaris sama dengan tahun 2004.

"Guna mengantisipasi adanya korban, penadakian dari berbagai arah ditutup sementara mulai hari Sabtu. Kami minta petugas untuk melarang siapa pun untuk mendaki, karena risiko mengancam keselamatan jiwa para pendaki," ujar Arief Tungkagie, Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani.

Hingga Senin kemarin aktivitas magamatik Gunung Baru dikabarkan menurun, seperti warna air Danau yang berwarna-warni oleh naiknya alga (rumput), tidak banyak lagi terlihat. "Saya belum bisa memprediksi aktivitas Gunung Baru normal, yang jelas pendakian distop dulu, mengingat adanya hujan debu dan gas beracun yang membahayakan bagi pendaki," tutur Arief.

Heryadi mengingatkan, meski belum perlu diakukan pengungsian, warga di sekitar Gunung itu, seperti aliran Sungai Kokok Putik, agar meningkatkan kewaspadaan, sebab sungai itu adalah limpahan aliran air Danau Segara Anak (1.375.000 meter kubik), yang memungkinkan terjadinya banjir bandang, menuju arah utara lereng Gunung Rinjani.

Berdasarkan telusur pustaka, Gunung Baru itu suka batuk, yang dalam sejarah letusannya sebanyak sembilan kali yaitu tahun 1884, 1901, 1906, 1909, 1915, 1944, 1966, 1988 dan 1994. Dalam letusan tahun 1994, sebanyak 31 orang nyawa hilang dan tujuh luka berat, kerusakan lahan pertanian, bendung dan pendangkalan irigasi akibat banjir bandang yang membawa lahar dingin. Batuan dan material menumpuk tiga bulan di lereng selatan setelah gunung itu meletus.

RUL


http://regional.kompas.com/read/xml/2009/05/04/17494649/pendakian.rinjani.ditutup.sementara.
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #17 on: May 06, 2009, 06:12:40 PM »

Gunung Rinjani Meletus
Debu dan Asap Letusan Mulai Kotori Pemukiman Warga


Selasa, 05/05/2009 15:26 WIB
Kusmayadi - detikNews

Mataram - Debu dan asap dari letusan Gunung Baru Jari yang terletak di kawah Gunung Rinjani, kini mulai menjangkau pemukiman warga, terutama pemukiman yang terletak di kaki Gunung Rinjani bagian utara. Seluruh kawasan ini masuk Kabupaten Lombok Utara. Namun, debu dan asap itu belum masuk kategori membahayakan.

"Tiupan angin telah menyebabkan debu dan asap kini mengarah dan sudah menjangkau pemukiman warga," ujar Arief Toengkagie, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), di Mataram Selasa (5/5/2009).

Sejumlah desa seperti desa Senaru di Lombok Utara kata Tongkagie, sudah tekena debu dan asap letusan Rinjani. Menurut dia, sementara debu dan asap baru ditemukan di pemukiman warga di kaki gunung bagian utara. Sedangkan di pemukiman warga di kaki gunung bagian selatan belum terkena dampak letusan.

Intensitas debu dan asap itu belum membahayakan bagi warga. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heriyadi Rachmat yang dimintai konfirmasi Selasa siang mengatakan, dalam intensitas tertentu, debu dan asap letusan Rinjani memang bisa membahayakan. Namun saat ini, debu dan asap yang menjangkau permukiman kata dia belum sampai pada kategori membahayakan.

"Debu dari letusan itu memang mirip seperti pecahan kaca yang kecil-kecil. Jika dalam intensitas tertentu, bisa merusak penglihatan. Asapnya juga bisa mengganggu pernapasan. Namun sampai saat ini, intensitasnya belum membahayakan," kata Heriyadi.

Meski intensitas letusan terjadi tiap menit, status Rinjani kata Heriyadi masih waspada. Warga hanya dilarang mendaki dan mendekat ke kawah.

Rinjani kini dalam pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana yang berpusat di Bandung. Di ketinggian 2.500 meter dpl, sejak Senin kemarin, pusat vulakonologi telah memasang seismograf untuk pemantauan aktivitas Rinjani. Satu seismograf lain dipasang di ketinggian 1.700 dpl. Dua orang Pemantau Gunung Api, juga disiagakan di pemantauan Sembalun, Lombok Timur.

(djo/djo)

http://www.detiknews.com/read/2009/05/05/152641/1126575/10/debu-dan-asap-letusan-mulai-kotori-pemukiman-warga
« Last Edit: May 06, 2009, 06:14:39 PM by Willy73 » Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #18 on: May 08, 2009, 09:28:13 AM »

Status Gunung Anak Krakatau Kembali Siaga


Kamis, 7 Mei 2009 | 15:59 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) menyusul peningkatan aktivitas gunung api itu.

Peningkatan status gunung api yang berlokasi di Selat Sunda itu diberlakukan PVMBG sejak Rabu (6/5). Warga dan wisatawan diminta untuk tidak mendekat dalam radius dua kilometer dari kawah letusan.

"Letusan Anak Krakatau saat ini dari kawah lain yang jarak 100 meter dari kawah letusan sebelumnya. Kawah letusan ini dekat dengan kawah utama di puncak gunung api itu," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Penelitian Gunung Api PVMBG Dr Hendrasto di Bandung, Kamis (7/5).

Gunung Anak Krakatau saat ini mendapat pengawasan intensif dari Posko Pengawasan Gunung Api Anak Krakatau dari Pasauran Banten dan Kalianda Lampung. Gunung itu berstatus waspada (level II) sejak 3 Juli 2008. Namun, dalam 12 hari terakhir ini terjadi peningkatan kegiatan gunung api itu yang cukup signifikan.

Kegiatan letusan terakhir terjadi sejak 25 Maret 2009 dengan 19 kali letusan. Hasil pemantauan visual, pusat letusan berasal dari kawah dekat puncak Gunung Anak Krakatau, pada lereng barat daya. Letusan gunung api itu umumnya berupa material pijar dan abu dengan radius lontaran sekitar 500 meter dari pusat letusan ke segala arah. Potensi bencana dapat diakibatkan lontaran batu pijar, longsoran material lepas, dan produk letusan lainnya, seperti hembusan asap beracun.

"Daratan Gunung Anak Krakatau ditutup untuk pendaratan perahu nelayan maupun wisatawan, potensi bencana berada di semua daratan gunung api itu," kata Hendrasto. Dengan kenaikan status Gunung Anak Krakatau, PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak mendekati gunung itu dalam radius dua kilometer dari kawah serta meminta masyarakat di Banten dan Lampung untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya, terutama terkait isu tsunami.

"Masyarakat diminta tenang, jangan terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Berkoordinasi terus dengan Satlak PBA dan Posko Pengamatan Gunung Anak Krakatau," kata Hendrasto.

Dengan naiknya status Gunung Api Anak Krakatau, maka saat ini terdapat lima gunung api berstatus siaga (level III). Selain Gunung Anak Krakatau, juga Gunung Semeru, Karangetang, Ibu, dan Gunung Slamet. Adapun 12 gunung api lainnya berstatus waspada (level II), yakni Gunung Rinjani, Rokatenda, Soputan, Dukono, Egon, Gamalama, Papandayan, Lokon, Talang, Kelud, Kerinci, dan Gunung Bromo.


WAH
Sumber : Antara

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/07/15592020/status.gunung.anak.krakatau.kembali.siaga
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #19 on: May 14, 2009, 09:19:04 AM »

Anak Krakatau Keluarkan Semburan Pijar
 
Rabu, 13 Mei 2009 | 17:41 WIB
SERANG, KOMPAS.com - Sepanjang Rabu dinihari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung, mengeluarkan semburan pijar berupa lontaran bebatuan berwarna kemerahan dengan suhu mencapai 2.500 derajat celcius.

Petugas Pengamat Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Dani Hamdani, Rabu, membenarkan bahwa pada pada dinihari letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau mengeluarkan semburan pijar berupa bebatuan disertai suara dentuman sebanyak 22 kali.

Semburan pijar itu terlihat jelas di pos pemantauan di Desa Pasauran Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang jaraknya mencapai 42 kilometer.
Menurut dia, semburan pijar itu akibat meningkatnya frekuensi aktivitas letusan dan kegempaan dalam perut Gunung Anak Krakatau.

Oleh karena itu, pihaknya melarang pengunjung dan nelayan mendekati kawasan tersebut karena sangat berbahaya. "Bayangkan, jika terkena lontaran bebatuan itu, kulit akan melepuh," ujarnya.

Dia menyebutkan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan pemantauan dan pengawasan menyusul peningkatan status "siaga" atau level III dari sebelumnya waspada atau level II.

Sementara itu, Hilman (45) pengelola obyek wisata di Pantai Anyer mengaku, saat ini banyak pengunjung ingin melihat secara langsung keindahan pijar berupa bebatuan krikil berwarna kemerah-merahan yang dilontarkan dari letusan Gunung Anak Krakatau pada malam hingga dinihari.

"Saya kira letusan Gunung Anak Krakatau memiliki daya tarik sendiri karena berada di tengah lautan juga bisa mendatang wisatawan domistik maupun mancanegara," ujarnya.

WAH
Sumber : Antara

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/13/17411131/anak.krakatau.keluarkan.semburan.pijar
Logged
Krupoek_MLarat
HUMAS
Mayor Jendral
****

GRP: 6
Posts: 1014


~:Times Up:~

t00ghe@hotmail.com t00ghe@yahoo.com
Email
« Reply #20 on: May 15, 2009, 07:47:08 AM »

semoga tidak terjadi hal yang tidak diharapkan...amin k* k* k*
Logged

~::++++++::~
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #21 on: May 15, 2009, 06:03:51 PM »

Gunung Slamet Bergetar Keluarkan Suara Gemuruh


Jumat, 15 Mei 2009 | 16:06 WIB
BANYUMAS, KOMPAS.com — Warga di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai merasakan naiknya aktivitas Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir.

"Kami mulai merasakan adanya getaran dan mendengar suara gemuruh dari Gunung Slamet. Bahkan, suara gemuruh tersebut tidak hanya terdengar pada malam hari tetapi juga di siang hari," kata Untung Wahyono (31), warga Desa Ketenger, Jumat. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, warga meningkatkan aktivitas ronda malam.

Getaran yang diakibatkan oleh peningkatan aktivitas Gunung Slamet juga dirasakan warga di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Seorang warga Desa Binangun, Amin Haryanto (39), mengatakan, getaran tersebut mulai dirasakan sejak lima hari lalu.

"Baru-baru ini saja kami merasakan adanya getaran dan mendengar suara gemuruh. Padahal sejak status Gunung Slamet ditingkatkan menjadi siaga pada 23 April lalu, kami belum pernah merasakan getaran maupun mendengar suara gemuruh," katanya.

Menurut dia, warga mulai khawatir dengan adanya kondisi tersebut karena sejumlah binatang buas seperti babi hutan mulai memasuki perkampungan. Pada bulan yang sama tahun lalu, kata dia, tidak pernah dijumpai adanya binatang buas yang keluar dari hutan Gunung Slamet.

"Saat ini hewan-hewan itu mulai turun, antara tiga sampai empat ekor," katanya.

Koordinator Komunitas Peduli Slamet (Komplet) Purwokerto Sungging Septivianto mengakui, banyak masyarakat yang memberikan informasi seputar kondisi alam di sekitar Gunung Slamet saat ini. Meski demikian, kata dia, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan yang terjadi.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah fenomena alam memang muncul. Namun, kami hanya bisa meminta masyarakat untuk tenang tetapi waspada terhadap kemungkinan yang terjadi," katanya.

Sementara itu, pengamat Gunung Slamet di pos pemantauan Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Luruh Nurkholis mengatakan, hingga saat ini status Gunung Slamet masih siaga.

"Kalau frekuensi letusannya menurun, hanya tinggal 13 kali dengan ketinggian 25-50 meter. Namun kegempaan masih tinggi mencapai 139 kali dengan kekuatan 30-335 MMI," katanya.


WAH
Sumber : Antara

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/15/16063938/gunung.slamet.bergetar.keluarkan.suara.gemuruh
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #22 on: September 30, 2009, 09:47:21 AM »

Pemadaman dari Udara Mendesak
Jalur Pendakian Gunung Lawu dari Jateng Ditutup



Rabu, 30 September 2009 | 05:07 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com - Pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Jawa Timur, melalui udara perlu segera dilakukan. Selain api menyebar ke areal hutan yang sulit dijangkau manusia di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, areal hutan lindung yang terbakar sudah lebih dari 1.000 hektar.

”Tidak ada cara lain, jika kebakaran hutan ingin segera dipadamkan, harus segera dilakukan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter,” ujar administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu, Hadi Sulistyo, di kantor Bagian KPH (BKPH) Lawu Selatan, Selasa (29/9).

Desakan pemadaman menggunakan helikopter ini muncul karena titik api di petak 41 BKPH Lawu Utara di Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut dan sulit dijangkau manusia, mulai kemarin pagi menyebar ke petak 73 RPH Bedadung, BKPH Lawu Selatan, di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Kebakaran di petak 73 ini pun tidak bisa dipadamkan akibat medan yang berat karena banyak jurang dan tebing curam. Sekitar pukul 12.00 api di petak 73 turun membakar hutan di petak 53 RPH Bedadung.

Akibat kebakaran yang meluas di Magetan, petugas Kepolisian Resor Magetan, Kodim 0804 Magetan, bersama warga di pinggir hutan langsung membuat ilaran (sekat bakar pencegah kebakaran menjalar) di Kecamatan Panekan. Ilaran lain akan dibuat di Plaosan.

Wakil Kepala Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Eddy Djanad telah meminta Departemen Kehutanan dan Badan SAR Nasional (Basarnas) mengirim helikopter guna membantu memadamkan kebakaran sejak Senin lalu.

Shalat juga digelar di areal perkemahan di Girimulyo selama sekitar satu jam untuk memohon agar hujan diturunkan guna memadamkan kebakaran.

Jalur pendakian Gunung Lawu dari wilayah Jawa Tengah, Selasa, mulai ditutup menyusul terjadinya kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. Penutupan terjadi di pos pendakian Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar. Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta, Dwidjono Kiswurjanto, mengatakan penutupan dilakukan untuk menghindari timbulnya korban.

Palangkaraya dan Jambi

Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa, masih dikepung asap kebakaran lahan dan semak belukar. Akibatnya tidak ada pesawat yang mendarat di Bandara Tjilik Riwut, dari pagi hingga siang, karena jarak pandang di landasan pacu hanya 50-500 meter.

Hal serupa terjadi di Kota Jambi yang tertutup kabut asap dan berjarak pandang hanya 500 meter. Gangguan asap menyebabkan semua kegiatan penerbangan ditunda karena Bandara Sultan Thaha terpaksa ditutup sementara.

Supervisor Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Jambi Kurnianingsih mengatakan, jarak pandang pada Selasa pagi masih normal, tetapi makin siang makin gelap. Pukul 10.15 jarak pandang di bawah 700 meter dan terus menurun 500 meter pada pukul 10.30. (FUL/APA/EKI/ITA)

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/05075562/pemadaman.dari.udara.mendesak
Logged
Andik
GLOBAL MODERATOR
Mayor Jendral
****

GRP: 9
Posts: 944


"Climb On..."

andirachman89@hotmail.com andirachman89 milanyamor
Email
« Reply #23 on: November 12, 2009, 05:57:12 PM »

Ada yang tau keadaan gunung Slamet saat ini gak...?
Logged

**ShArE YoUr KnoWleDge = EasY YouR LifE**
jenggot
Mayor Jendral
*****

GRP: 45
Posts: 812



« Reply #24 on: November 13, 2009, 12:28:49 AM »

Status G.Slamet => Waspada (Level II)
info lkp tlp aja ke (022) 7272606  (minta disambungkan ke VSI/DVMBG)

rekomendasi:
tidak disarankan mendaki ke puncak, tapi kalo mau muncak ya gunakan jalur bambangan (sisi timur gunung). Sampe titik primer 3432meter masih aman, asal jgn nyebrang ke kepundan kawah.   
 
status kawah
K1 – K4 => fumarole fields (active)
K5 – K7 => freatic explotion (temporary)
waspadai reaksi sulfur (S) dgn air (H20) di sekitar puncak, karena S + H20 => H2S => Toxic.

Bahaya gas beracun (letusan freatik di kawah) juga berlaku untuk G.Salak, Welirang, Semeru, Ijen, Papandayan, Batur dan Dieng. (update: 7 Nov 2009)

salam.
Logged

Harta yang paling berharga adalah keluarga....(me,my hun & 2 litle junior)
Dwee
Moderator
Letnan Jendral
****

GRP: 4
Posts: 1478


berkabung buat dia

dwi_triantoro
Email
« Reply #25 on: November 13, 2009, 02:51:49 AM »

Status G.Slamet => Waspada (Level II)
info lkp tlp aja ke (022) 7272606  (minta disambungkan ke VSI/DVMBG)

rekomendasi:
tidak disarankan mendaki ke puncak, tapi kalo mau muncak ya gunakan jalur bambangan (sisi timur gunung). Sampe titik primer 3432meter masih aman, asal jgn nyebrang ke kepundan kawah.   
 
status kawah
K1 – K4 => fumarole fields (active)
K5 – K7 => freatic explotion (temporary)
waspadai reaksi sulfur (S) dgn air (H20) di sekitar puncak, karena S + H20 => H2S => Toxic.

Bahaya gas beracun (letusan freatik di kawah) juga berlaku untuk G.Salak, Welirang, Semeru, Ijen, Papandayan, Batur dan Dieng. (update: 7 Nov 2009)

salam.
Berarti bisa neh nengok mas slamet :-D
Thank's info ny om...
Logged

dia telah pergi tak mungkin kembali ..dia telah pergi tak lagi di sisi...dia telah pergi ke nirwana
bocah.bandel
Sersan Mayor
***

GRP: 0
Posts: 60


Email
« Reply #26 on: November 13, 2009, 01:39:51 PM »

Letusan freatik kawah itu apa artinya?
Logged
fahmi
Letnan
****

GRP: 0
Posts: 118


Email
« Reply #27 on: November 15, 2009, 11:07:49 PM »

Status G.Slamet => Waspada (Level II)
info lkp tlp aja ke (022) 7272606  (minta disambungkan ke VSI/DVMBG)

rekomendasi:
tidak disarankan mendaki ke puncak, tapi kalo mau muncak ya gunakan jalur bambangan (sisi timur gunung). Sampe titik primer 3432meter masih aman, asal jgn nyebrang ke kepundan kawah.   
 
status kawah
K1 – K4 => fumarole fields (active)
K5 – K7 => freatic explotion (temporary)
waspadai reaksi sulfur (S) dgn air (H20) di sekitar puncak, karena S + H20 => H2S => Toxic.

Bahaya gas beracun (letusan freatik di kawah) juga berlaku untuk G.Salak, Welirang, Semeru, Ijen, Papandayan, Batur dan Dieng. (update: 7 Nov 2009)

salam.


muakasih buanyak paman "J".... 

@dwee: berangkat ta..Huh

Logged
Dwee
Moderator
Letnan Jendral
****

GRP: 4
Posts: 1478


berkabung buat dia

dwi_triantoro
Email
« Reply #28 on: November 16, 2009, 12:13:57 PM »

Status G.Slamet => Waspada (Level II)
info lkp tlp aja ke (022) 7272606  (minta disambungkan ke VSI/DVMBG)

rekomendasi:
tidak disarankan mendaki ke puncak, tapi kalo mau muncak ya gunakan jalur bambangan (sisi timur gunung). Sampe titik primer 3432meter masih aman, asal jgn nyebrang ke kepundan kawah.   
 
status kawah
K1 – K4 => fumarole fields (active)
K5 – K7 => freatic explotion (temporary)
waspadai reaksi sulfur (S) dgn air (H20) di sekitar puncak, karena S + H20 => H2S => Toxic.

Bahaya gas beracun (letusan freatik di kawah) juga berlaku untuk G.Salak, Welirang, Semeru, Ijen, Papandayan, Batur dan Dieng. (update: 7 Nov 2009)

salam.


muakasih buanyak paman "J".... 

@dwee: berangkat ta..Huh



tariiiiiiiiiikkkkkk om .... kabar kabari ajah (oot)
Logged

dia telah pergi tak mungkin kembali ..dia telah pergi tak lagi di sisi...dia telah pergi ke nirwana
sandal_bakiak
Kolonel
***

GRP: 2
Posts: 504



« Reply #29 on: January 02, 2010, 03:41:54 PM »

Baru dapet e-mail:

RE: Minta info untuk ke Rinjani Januari 2010
From: TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI LOMBOK <info@rinjaninationalpark.com>


Selamat Tahun Baru 2010

Benar, Rinjani segera akan di tutup mulai tgl 05 Januari sampai 30 Maret 2010


 Cry
Logged
Pages: 1 [2]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
Gede-Pangrango : The Pearl in the Crown of Java (Catatan Perjalanan) aji_mr_frog 1 475 Last post August 19, 2009, 09:11:58 PM
by Andi SERGAP !
Menapak Cumulus di Puncak Merbabu (Sebuah Catatan Kenangan) aji_mr_frog 5 720 Last post November 08, 2009, 03:16:33 PM
by Gembel
*TEHNIK RAFTING* ade 11 2006 Last post November 19, 2008, 05:14:10 PM
by G
SEARCH AND RESCUE « 1 2 » GENDON 28 3607 Last post June 15, 2010, 09:43:34 AM
by Andik
Taman Nasional Meru Betiri, Realita & Angan-Angan ... « 1 2 » GENDON 16 4515 Last post October 04, 2007, 11:47:27 AM
by GENDON

TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc