Members Online

11 Guests, 0 Users
* * *

Pages: [1]   Go Down
  Print  
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TechnoratiShare this topic on Twitter
Author Topic: Tempat - Tempat Eksotik.  (Read 999 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« on: April 29, 2009, 10:30:09 AM »


            

Percintaan Luc dan Ellie di Alas Purwo
 

KOMPAS/HARIADI SAPTONO
Selasa, 28 April 2009 | 12:17 WIB
Apa jadinya jika cinta dua sejoli menyatu dengan cinta pada peri- kehidupan alam liar? Jawabnya: kenekatan pasangan Luc dan Ellie di pantai sunyi Plengkung, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, yang terkenal angker itu.

Kami mengenal keduanya saat mereka minta tumpangan pada Mazda double cabin yang kami gunakan, Minggu (26/4) pukul 14.00 di pos penjagaan Pancur, Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

”Saya sudah tidur di pinggir pantai dua hari. Kami bikin api dan masak mi. Kami mau coba ke Plengkung untuk surfing,” kata Luc (23), anak muda yang mengaku dari London dan baru saja menggelandang di Pulau Dewata selama sepekan bersama istrinya, Ellie, asal Afrika Selatan.

Alam asli, liar, tapi berbiaya murah; itulah obsesi dan cara pendekatan Luc dan Ellie van der Walt (21) akan ”dunia” mereka. Demi menghemat biaya pula, tiga hari sebelumnya sejoli itu memilih menyeberang dengan feri dari Gilimanuk, Bali, ke Ketapang, Banyuwangi.

Masalah sebenarnya sudah timbul menjelang masuk Hutan Purwo, saat kami melewati pos penjagaan pertama Rowobendo. Margo, penjaga tiket, bertanya, ”Mau berwisata atau mencari bahan berita, Mas. Kalau mencari bahan berita, tidak boleh. Kalau berwisata, boleh masuk.”

”Kami pilih berwisata saja, Mas Margo,” jawab kami buru-buru. ”Ya, silakan. Soalnya kalau mau meliput harus bawa simaksi, surat izin masuk kawasan konservasi,” kata Margo sopan sekali.

Kawasan Taman Nasional Alas Purwo meliputi luas areal sekitar 43.420 hektar (ha) dan hampir 40 persen merupakan hutan bambu. Tipe vegetasi utamanya hutan hujan tropis dataran rendah dan terdapat mamalia besar, banteng. Sedangkan mamalia kecil antara lain rusa, kijang, babi hutan, macan tutul, dan kera. Jenis burung yang sering dijumpai: ayam hutan, beo, kangkareng, jalak, puter, dan ketilang. Rombongan ekspedisi bahkan bersua dengan kijang, rombongan merak, lutung, monyet, serta puluhan rase.

Margo menerangkan, dari Pos Pancur—yaitu pos selanjutnya yang berjarak sekitar 8 kilometer—mobil dan motor tidak boleh masuk kecuali harus menyewa mobil pengelola kawasan itu, Rp 130.000 per mobil.

Masalah

Di Pancur, pos kedua, inilah Luc dan Ellie bergabung. Keduanya rela terguncang-guncang di bak belakang sampai di Plengkung, pantai yang melengkung, dan ternyata amat sangat populer bagi kalangan peselancar dunia dengan sebutan G-Land. Disebut G-Land karena pantainya melengkung mirip huruf G.

Konon di G-Land inilah gelombang besar terhimpun dan gelombang panjang bergulung bertalu-talu. Inilah satu dari empat tempat serupa di dunia yang masuk kategori ”impian” bagi peselancar sejagat. ”Memang, Pak, Plengkung ini sangat populer. Lihat saja di internet,” kata Nanang, petugas jaga Taman Nasional Alas Purwo di Pos Pancur.

Persoalan mendadak jadi kompleks. Bayangkan, tempat paling favorit bagi peselancar sejagat itu ternyata ada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. Istilah taman nasional bagi sebagian besar penduduk pedesaan adalah teror karena beberapa yang terjadi di Indonesia, begitu satu kawasan dinyatakan sebagai taman nasional, kawasan itu steril dari penduduk, aktivitas apa pun. Petani pencari rumput pun harus menyingkir dari sana.

Namun, di Alas Purwo, taman nasional itu ”menyewakan” kepada empat investor untuk membangun cottage atau resor, yaitu Plengkung Indah Wisata alias Joyo’s Camp, Wanasasi Pramita Ananta atau Bobby’s Camp, Wana Wisata Alam Hayati (WWAH) alias Raymond’s Camp, dan Kenari Wisata alias Tiger’s Camp. ”Kontrak mereka 20 tahun untuk kawasan antara 2 hektar sampai 5 hektar. Kalau mereka melanggar, seperti salah satu resor, ya langsung dicabut. Tapi ini urusan orang atas, Mas,” kata salah satu petugas lapangan.

Masalah kedua, Luc dan Ellie adalah backpacker, pelancong miskin yang langsung mundur begitu ditodong tarif cottage Raymond’s Camp alias WWAH 45 dollar AS per malam. ”Itu terlalu mahal. Itu untuk orang kaya,” begitu gerutu Luc.

Masalah ketiga: inilah kontradiksinya: sedikitnya 40 goa karst di Alas Purwo ini adalah kawasan sakral, lahan untuk bersemadi bagi pencinta selancar batin sejak zaman Majapahit. Nanang, anggota staf taman nasional itu, menyebut goa-goa tersebut adalah tempat bertapa para ”peselancar batin”.

”Kebetulan yang banyak orang Jawa dan orang lokal, Mas,” kata Nanang sambil menyebutkan sejumlah nama pejabat dan tokoh masyarakat yang ternyata pernah bertapa, antara lain di Goa Mangreng, Padepokan, Basori, Mayangkara, Istana, dan Goa Haji.

Karena biaya menginap tak terjangkau itulah Luc dan Ellie duduk muram di karang pantai, beberapa meter dari cottage WWAH tadi. Di belakang mereka, beberapa orang dari WWAH menjual hotdog dan roti bakar lengkap dengan pemanggang listriknya di sana. Mereka juga menyediakan bir.

Luc hanya mengelus-elus kaki istrinya yang bentol di mana-mana karena gigitan nyamuk. ”Saya ini pelukis dan pematung. Saya hanya ingin eksplor, eksplor mencari tempat-tempat sunyi dan liar,” kata Luc yang kumisnya mengingatkan pada tokoh perompak mbeling Johnny Depp dalam Pirates of The Caribbean.

Setiba dari Bali, Luc dan Ellie sudah menginap di Alas Purwo, benar-benar tidur di alam terbuka, pinggir hutan yang berbatas laut, hanya mengandalkan sleeping bag. Pasangan suami-istri belia itu tidur di Pantai Triangulasi, tak jauh dari Pos Pancur. Di sekitar mereka berwisata ”ala Tarzan” itu, puluhan turis asing yang berduit minum bir dan bercengkerama menunggu gelombang pasang.

”Oke, oke. Kami ikut balik saja ke Pos Pancur. Kami bisa diantar ke goa-goa tempat bertapa? Kami mungkin akan tidur di sana,” kata Luc dan Ellie.

”Baik, malam ini saya akan cerita tentang goa-goa dan para pertapa itu. Silakan ke warung dulu,” kata Nanang menghibur Luc dan Ellie yang gagal menikmati ombak Plengkung seperti turis bule lain.…


Sumber : Kompas Cetak

http://travel.kompas.com/read/xml/2009/04/28/12171718/percintaan.luc.dan.ellie.di.alas.purwo
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #1 on: April 29, 2009, 10:46:53 AM »

Menyapa Malin Kundang di Pantai Air Manis
 

Sabtu, 25 April 2009 | 11:03 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

KOMPAS.com - Jika ditanyakan pada generasi 90an ke atas, mitos Malin Kundang begitu melekat terkait dua frase “Anak Durhaka”. Seorang putra yang dikutuk ibunya menjadi batu karena tidak mengakui ibunya lagi setelah sukses pulang dari negeri rantau. Tapi cukup menakjubkan jika sisa-sisa kisah sarat nilai moral tersebut terekam nyata di sebuah pantai di daerah tempat kisah ini berlangsung, Sumatera Barat.

Pantai Air Manis, namanya. Di tepi pantai inilah terdapat onggokan batu yang dipercaya sebagai wujud Malin Kundang dan seluruh perangkat kapalnya yang pastinya sudah menjadi batu. Batu Malin dalam posisi bersimpuh sedangkan perangkat kapalnya terserak di sekitarnya.

Setiap pengunjung yang datang ke Pantai Air Manis, kawasan batu Malin Kundang menjadi tempat pertama yang disambangi. Mereka berpose dan mengambil gambar terbaik di depan batu Malin Kundang.

Namun demikian, keindahan ombak yang bergulung-gulung namun tidak terlalu tinggi serta pemandangan Gunung Padang membuat Pantai Air Manis menjadi pelengkap kesan pesona Pantai Air Manis bagi masyarakat Sumatera Barat ataupun para wisatawan dari luar. Ombak yang bergulung-gulung di tepi pantai seolah-olah menjadi saksi bisu kisah Malin Kundang beratus tahun sebelumnya.

Menyusuri pantai merupakan pekerjaan yang menyenangkan sambil sesekali membiarkan kaki basah oleh ombak yang berkejar-kejaran. Berenang juga sepertinya menjadi kegiatan yang terdengar cukuup menarik untuk dilakukan di kawasan ini. Jadi, siapkan baju ganti jika ingin bertandang ke pantai ini.

Sekitar 500 meter dari lokasi batu Makin Kundang, pengunjung dapat memulai perjalanan ke Pulau Pisang Kecil di seberang pantai dengan berjalan kaki kurang dari 500 meter. Kedalaman air di antara Pantai Air Manis dan Pulau Pisang Kecil memang tidak terlalu dalam sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki, meski sebenarnya sejumlah masyrakat menyewakan perahu kecilnya juga untuk menyeberang.

Titik paling dalam hanya setinggi perut orang dewasa. Tapi, eits, hal ini hanya dapat dilakukan sebelum sore tiba. Sekitar pukul 16.00, air pantai biasanya mulai pasang. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk kembali dari pulau seluas 1 hektar itu ke Pantai Air Manis sebelum sore hari.

Di Pulau Pisang Kecil, pengunjung bisa duduk di pondok-pondok yang terdapat di sana sambil menikmati pemandangan laut dan pantai. Jika memutuskan untuk menginap di Pulau Pisang Besar, pengunjung bisa menginap di rumah penduduk atau membawa peralatan tenda sendiri.

Selain itu, dari tepi Pantai Air Manis pula, pengunjung dapat berangkat ke Pulau Sikuai dengan waktu tempuh sekitar 2.5 jam untuk mencoba berbagai wisata air, seperti surfing dan diving. Pulau Sikuai terkenal dengan pasirnya yang putih.

Pantai Air Manis terletak 15 km dari pusat kota Padang, tepat di Kecamatan Teluk Kabung, Kabupaten Padang. Oleh karena itu menghabiskan waktu seharian di Pantai Air Manis dan kembali lagi ke Padang dalam waktu satu hari bukan hal yang mustahil.

Tapi, jangan lupa untuk membeli cendera mata berupa terumbu karang dan kerang dengan berbagai bentuk dan ukuran yang dibanderol dengan harga antara Rp 5.000-50.000. jika berminat mencari kaus dan baju berbau Sumatera Barat, pengunjung juga dapat membelinya di kios-kios di sekitar pantai.

http://travel.kompas.com/read/xml/2009/04/25/11035793/menyapa.malin.kundang.di.pantai.air.manis
Logged
Willy SERGAP
Kapten
*****

GRP: 0
Posts: 267

onkykumala
« Reply #2 on: July 14, 2009, 11:59:47 AM »

Potensi Wisata di Balik Kegersangan Gunung Kidul

Selasa, 14 Juli 2009 | 10:27 WIB
GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Wilayah Gunung Kidul di ujung Selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini dikenal sebagai lumbung kemiskinan. Daerah ini dikenal gersang dan sulit air. Namun, dibalik gersangnya perbukitan kapur di wilayah itu, ada potensi wisata yang tersembunyi.

Kawasan "karst" Kali Suci di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpotensi menjadi andalan wisata gua batu kapur lempeng Gunungsewu di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Birowo Adhie di Wonosari, Senin (13/7) mengatakan kawasan Kali Suci berpotensi menjadi objek wisata minat khusus yang layak jual, baik kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
     
"Kali Suci merupakan wisata petualangan susur gua yang dipadukan dengan arung jeram yang sangat menarik. Objek wisata ini akan kami kenalkan menjadi sebuah wisata andalan di Gunungkidul," katanya.
     
Sedangkan objek wisata gua alam lain yang akan dikembangkan, menurut Birowo adalah Gua Paesan Tambakromo di Ponjong, Gua Grubug di Semanu, Gua Lawa di Ponjong, serta beberapa gua lainnya.
     
"Sedangkan untuk kawasan hutan di antaranya Hutan Wanagama, hutan lindung di Pantai Wediombo, serta objek lainnya seperti upacara adat, cing-cinggoling, serta bersih desa dan rasulan di Hutan Wonosadi," katanya.
     
Birowo mengatakan wilayah Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi alam yang luar biasa, baik kawasan hutan serta pegunungan "karst" yang bernilai jual tinggi jika dikembangkan dengan baik.
     
"Keunggulan kawasan Kali Suci sebagai objek wisata antara lain adanya sungai bawah tanah dan gua alam yang cukup indah. Dengan pengembangan yang tepat, kawasan tersebut akan menjadi tujuan wisata yang menarik," katanya.
     
Namun, untuk menjadikan objek wisata itu menjadi andalan, kata dia perlu upaya pengembangan serius oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, termasuk pelestarian lingkungan agar kawasan setempat tetap terjaga keasliannya.
     
"Wisatawan yang mengunjungi kawasan Kali Suci akan bisa menikmati keindahan lima aliran sungai bawah tanah yang menarik melalui Gua Suci, Glatikan, Gelung, Buri Omah dan Brubug. Aliran sungai di lima gua sepanjang satu kilometer ini bisa ditempuh menggunakan perahu," katanya.
     
Ia mengatakan perpaduan wisata susur gua dengan menggunakan perahu mirip arung jeram menjadi daya tarik yang akan ditawarkan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul.
     
Menurut dia, potensi wisata ini cukup baik, dan masyarakat sekitar juga sudah ikut berperan, antara lain dengan menyediakan lokasi parkir, jadi pemandu, serta menyediakan warung makan.
     
Sehingga, diharapkan objek wisata tersebut semakin dikenal dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.


MBK
Sumber : Antara

http://travel.kompas.com/read/xml/2009/07/14/10275921/Potensi.Wisata.di.Balik.Kegersangan.Gunung.Kidul
Logged
G
Mayor Jendral
*****

GRP: 5
Posts: 1154



Email
« Reply #3 on: July 14, 2009, 04:34:50 PM »

Teluk Permisan - Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur  p(
Logged

Andik
GLOBAL MODERATOR
Mayor Jendral
****

GRP: 9
Posts: 944


"Climb On..."

andirachman89@hotmail.com andirachman89 milanyamor
Email
« Reply #4 on: July 14, 2009, 05:42:25 PM »

Teluk Permisan - Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur  p(

Cerita-in dong...ada apaan aja disitu..Huh,,,ntar gw dateng yang ada cuma uler doang lagi.... Evil
Logged

**ShArE YoUr KnoWleDge = EasY YouR LifE**
G
Mayor Jendral
*****

GRP: 5
Posts: 1154



Email
« Reply #5 on: October 10, 2009, 12:58:25 PM »

Teluk Permisan - Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur  p(

Cerita-in dong...ada apaan aja disitu..Huh,,,ntar gw dateng yang ada cuma uler doang lagi.... Evil

http://merubetiri.blogspot.com/2008/04/unit-pengelolaan-konservasi-penyu.html
Logged

G
Mayor Jendral
*****

GRP: 5
Posts: 1154



Email
« Reply #6 on: October 10, 2009, 01:01:16 PM »

Wisata Petualangan Keluarga :

- Belanjong (Sanur - Bali)
Logged

sandal_bakiak
Kolonel
***

GRP: 2
Posts: 504



« Reply #7 on: November 30, 2009, 11:16:51 PM »

Wisata Petualangan Keluarga :

- Belanjong (Sanur - Bali)

ada apaan ja om G disana??
 
Logged
Andik
GLOBAL MODERATOR
Mayor Jendral
****

GRP: 9
Posts: 944


"Climb On..."

andirachman89@hotmail.com andirachman89 milanyamor
Email
« Reply #8 on: December 01, 2009, 10:05:30 AM »

Wisata Petualangan Keluarga :

- Belanjong (Sanur - Bali)

ada apaan ja om G disana??

dari namanya aja ren...."belanjong boo"...alias shooping2...bukan begitu om G..?
Logged

**ShArE YoUr KnoWleDge = EasY YouR LifE**
G
Mayor Jendral
*****

GRP: 5
Posts: 1154



Email
« Reply #9 on: December 01, 2009, 12:14:51 PM »

Wisata Petualangan Keluarga :

- Belanjong (Sanur - Bali)

ada apaan ja om G disana??

dari namanya aja ren...."belanjong boo"...alias shooping2...bukan begitu om G..?

Iya aja dah, dari pada benjol ...
Logged

Andik
GLOBAL MODERATOR
Mayor Jendral
****

GRP: 9
Posts: 944


"Climb On..."

andirachman89@hotmail.com andirachman89 milanyamor
Email
« Reply #10 on: December 01, 2009, 05:47:42 PM »

Wisata Petualangan Keluarga :

- Belanjong (Sanur - Bali)

ada apaan ja om G disana??

dari namanya aja ren...."belanjong boo"...alias shooping2...bukan begitu om G..?

Iya aja dah, dari pada benjol ...

hahaha...gak usah segitunya apaaa...gw khan cuman bantuin rena doang...padahal si sama-sama gak taau isinya apa dari tempat itu...
Logged

**ShArE YoUr KnoWleDge = EasY YouR LifE**
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
FINAL REPORT LATIMOJONG pute 8 881 Last post April 30, 2010, 06:39:33 AM
by B4b3
Belajar Kekompakan dan Kepemimpinan « 1 2 ... 5 6 » Kilie 84 6596 Last post January 21, 2009, 03:42:21 AM
by Krupoek_MLarat
Peraturan baru di GUNUNG GEDE !!!! « 1 2 » Andi SERGAP ! 23 1631 Last post December 25, 2009, 10:25:57 PM
by sandal_bakiak
FINAL REPORT TIM SERGAP GUNUNG PANGRANGO 2008 !! « 1 2 » Andi SERGAP ! 28 3218 Last post December 14, 2008, 04:40:31 AM
by Krupoek_MLarat
CATPER : DOUBLE SUMMIT ARJUNA WELIRANG 2009 tarzan 13 1112 Last post April 23, 2009, 12:25:57 PM
by ranting

TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc