Members Online

7 Guests, 0 Users
* * *

Pages: [1]   Go Down
  Print  
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TechnoratiShare this topic on Twitter
Author Topic: Ngobrol tentang sepeda Yuk  (Read 1139 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Cakra1
User
Administrator
Letnan
*****

GRP: 0
Posts: 151



« on: October 10, 2009, 11:47:10 PM »


            



Buat temen B2W Indonesia kami mengundang rekan2 semua untuk bergabung bersama kami di Forum ini, mohon info kegiatannya di Kota2 Indonesia. Terima kasih

« Last Edit: January 19, 2010, 11:56:50 AM by Cakra1 » Logged

No longer at the backseat - "terlihat murung wajah pribumi"
toge
HUMAS
Letnan Jendral
****

GRP: 10
Posts: 1246

salam untuk semua

5649790 toge toge
Email
« Reply #1 on: October 14, 2009, 03:46:49 PM »

iyah nih pengen lebih kenal dgn B2W...walaupun sekedar share...
Logged

...kondisi yang memainkan peran penting...
Tyas
Mayor
*

GRP: 7
Posts: 317


« Reply #2 on: December 10, 2009, 08:18:07 AM »



Buat temen B2W Indonesia kami mengundang rekan2 semua untuk bergabung bersama kami di Forum ini, mohon info kegiatannya di Kota2 Indonesia. Terima kasih



gi banyak liburnya pake sepeda

sepedanya baru di tune up, lagian musim ujan, 
Logged

--------------------------------------------
ganroses
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 19



Email
« Reply #3 on: January 04, 2010, 03:48:50 PM »


Ada pertanyaan yang cukup mengelitik gw adalah kenapa komunitas sepeda selalu dihubung2kan dengan B2W, padahal tidak semua komunitas sepeda itu b2W?

ada yang tau kenapa?
Logged
ganroses
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 19



Email
« Reply #4 on: January 19, 2010, 01:13:12 PM »

Menemukan Komunitas Bersepeda

filed in Cycling, Friends on Jan.13, 2009

komutas kgc Bersepeda sendirian, tentu kalah asik dan kalah seru dibanding bersepeda bersama komunitas atau klub. Setelah memiliki sepeda (sepeda gunung) sebaiknya langsung berkenalan dengan para goweser lainnya. Interaksi dengan para pengayuh sepeda memiliki banyak manfaat positif. Selain menambah kenalan baru, juga pastinya menambah pengetahuan mengenai teknis sepeda bila ada kerusakan atau ingin upgrade. Terpenting, dengan bergabung di komunitas, jadwal offroad makin bertambah… :-)

Bagaimana Menemukan Komunitas Bersepeda… ?

1.kantor

komutas kgc dan sasyc Setelah keluarga, teman kantor bisa jadi menempati urutan ke 2 tempat dimana anda menghabiskan sisa hidup anda. Berdasar pengalaman sampai saat ini, teman kantor adalah teman gowes terbaik. Beruntung saya bekerja di perusahaan media yang memiliki ragam unit usaha dan produk. Teman gowes tersebar dari kantor di gajahmada, palmerah dan jalan panjang. Dari manajer, awak redaksi sampai Office Boy.

2.Tetangga / Komplek Perumahan

Bila anda bekerja di lingkungan kantor yang kecil atau anda seorang wiraswastawan/i, bisa jadi cukup sulit untuk menemukan teman bersepeda. Untuk mengatasainya, mulailah mencari teman gowes di komplek perumahan anda, perhatikan saja tiap pagi siapa saja yang bike2work atau pada hari sabtu atau minggu pergi offroad. Bergabunglah dengan milis kompleks perumahan anda, atau ikut rapat/acara RT, biasanya ketemu satu atau dua orang yang hobi sepeda. Menariknya setelah saya kumpul di acara RT, hobi paling banyak masih di pegang oleh olahraga bulutangkis!

3.Milis

Salah satu cara yang paling mudah untuk mencari teman bersepeda adalah milis. paling tidakada dua milis dengan topik sepeda yang sangat aktif. milis b2w dan milis mtb-indonesia. Milis-milis sepeda lainnya biasanya merupakan milis klub/komunitas yang mengacu ke area tertentu (depok,bekasi,sawangan, dll).

4.Website

Salah satu website komunitas sepeda yang menurut saya bisa menjadi acuan adalah www.sepedaku.com. Website komunitas ini sangat lengkap, apapun yang anda pikirkan mengenai sepeda gunung, baik mengenai sepedanya ataupun aktifitasnya ada di sub menu forum ini.

5.Blog

Beberapa cerita pengalaman bersepeda gunung bersebaran di blog. Baik itu layanan blog gratis seperti multiply, wordpress atau layanan blog berbayar. Cari saja dengan paman google dengan keyword “sepeda gunung” atau “sepeda rindu alam”. Berkunjunglah ke salah satu blog, bertanyalah mengenai apapun di bagian komentar, biasanya si pemilik blog akan merespon anda.

Selamat Bersepeda..

Tags: Blog, gunung, komunitas, milis, sepeda, website
http://diditho.net/2009/01/13/menemukan-komunitas-bersepeda/

Gimana neh, dunia persepedaan komunitas PI kurang rame neeh
Logged
Kitinx
Moderator
Mayor
****

GRP: 1
Posts: 338


« Reply #5 on: January 19, 2010, 03:27:05 PM »

Gimana neh, dunia persepedaan komunitas PI kurang rame neeh

Apa boleh buat dab, satu-satunya kelemahanku ya ga bisa mengendarai kendaraan roda dua apapun. Wakakak
Logged

harumnya rerumputan basah
indahnya pelangi di sana
tarian kenari yang ceria
terselip edelweiss di paruhnya

"nyanyian lembah hijau" - boomerang
Heiho
SUPPORT
Letnan
**

GRP: 0
Posts: 128



« Reply #6 on: February 02, 2010, 03:40:55 PM »


Neh mantap neeh
http://anacuyun.blog.friendster.com/2008/08/naek-gunung-pk-sepeda/

Mendaki
gunung dengan cara berjalan kaki lazim dilakukan petualang. Pemanjatan
puncak gunung pun jamak dikenal. Namun, mendaki gunung dengan membawa
sepeda ke titik tertinggi sebuah gunung jarang dilakoni. Maklum, bagi
sebagian petualang cara ini dianggap merepotkan. Perkaranya, membawa
perlengkapan pendakian saja sudah ribet apalagi harus dibebani dengan
memanggul sepeda.

Yeah!!!”
Yudi Kurniawan memekik lantang. Petualang kawakan asal Klub Sepeda
Gunung Avtech seolah berhasil melepaskan beban yang menghimpit tubuh.
Sejurus kemudian, Yudi menyalami kami satu per satu. Dengan senyum
terkulum, ia berujar, “Terima kasih semuanya. Tanpa bantuan
teman-teman, pendakian ini takkan bisa sukses seperti sekarang.” Luapan
kegembiraan dan kelegaan itu muncul saat kami berhasil mencapai titik
2958 mdpl, tempat paling tinggi di Gunung Gede.

Bagi
kami mendaki gunung paling ngetop di Jawa Barat ini adalah pengulangan.
Yudi – pemimpin kami dalam ekspedisi Klub Sepeda Gunung Avtech –
malahan sudah berkali-kali “muncak”. Namun pendakian kali ini terasa
sangat istimewa. Mendaki sekaligus membawa sepeda hingga puncak. Tentu
saja ini merupakan pengalaman pertama buat seluruh peserta ekspedisi
kecil klub sepeda asal bilangan Sunter, Jakarta Utara.

 
“Wah,
seumur-umur baru kali ini saya naik gunung bawa sepeda,” cetus Devi
Rahardiono dan Deden Sutisna, kompak. Kedua rekan asal True North –
lembaga pendidikan alam terbuka dari
Bandung –  datang memenuhi undangan Yudi. Boleh jadi keduanya penasaran
lantaran ingin mencicipi pendakian unik ini. Deden dan Devi secara
bergantian ikut memanggul sepeda. Sayang, Deden tak ikut “muncak”.
Pasalnya, dia harus menjaga Edith Yuda yang terkena “serangan”
influenza. Keduanya memilih diam di base camp  kamidi Alun-alun Barat Surya Kencana saja. Hendra – rekan kami asal Cibodas
– cuma bisa cengar-cengir begitu mencapai puncak Gede. “Gelo, sepeda nepi ka puncak oge,
(Gila, sepeda nyampe puncak juga),” ujarnya sambil ngos-ngosan. Omen –
relawan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) – juga ikut
geleng-geleng kepala. Anak muda asal Gunung Putri, Cipanas ini,
langsung mengayuh sepeda mountain bike jenis cross country milik Avtech itu. “Ayo, Men ulin jeung urang
(Ayo, Men main sama saya),” ajak Hendra. Iwan Budiyanto  – salah
seorang anggota Klub Sepeda Gunung Avtech – ikut berbunga-bunga. Pemuda
gondrong berkacamata ini merasa komplet dalam petualangan kali ini.
Sebab, sejak start dari sekretariat kami di kawasan Danau
Sunter, dia sudah bertekad akan mengayuh sepeda hingga puncak Gunung
Gede. Dan, akhirnya kesampaian. “Berikutnya, gue mau ke (Gunung)
Tambora (Nusa Tenggara Barat) pakai sepeda.” Sambil berfoto-foto, kami
bergantian mengayuh sepeda di gigir kawah Gede. Tentu saja, ini menarik
perhatian siapa saja yang ada di sekitar puncak Gede. Mereka
terheran-heran. Beberapa di antaranya, sempat meminta foto bareng dan
meminjam sepeda. Hehmm.. asyik juga menjadi pusat perhatian ya.

Lewat Jalur Putri
Saat
menerima tawaran mendaki Gunung Gede dengan sepeda, saya sedikit
merenung. Apa iya, kami akan sanggup melakukannya. Bukan apa-apa,
pendakian gunung dengan sepeda bukan petualangan yang lazim. Apalagi,
fisik saya sudah tak seperti dahulu. Maklum, jarang berolahraga
lantaran harus berkejaran dengan deadline pekerjaan.

 

“Udah
dah, cobain aja dulu. Lagipula bawa sepedanya gantian kok,” rayu Yudi –
pentolan Klub Sepeda Gunung Avtech - yang diangguki Edith Yuda. Singkat
cerita, tawaran saya terima. Bukan apa-apa, saya juga ingin merasakan
kebanggaan dalam pendakian gunung dengan membawa sepeda. Petualangan
seperti ini tentu saja identik dengan satu nama: Bambang Hertadi Mas
alias Paimo. Pria kelahiran 17 Maret 1958 itu memang ngetop lewat
petulangan sepeda jarak jauh. Waktu mendaki gunung, Paimo tetap membawa
sepeda kesayangannya. Masih ingatkan
dengan Jaya Giri Saddle Marathon pada 1987. Bersama Gunawan Ahmad
(Ogun) dan Mamay S. Salim, Paimo mencatatkan diri dalam sejarah:
menjadi orang Indonesia pertama yang bersepeda hingga Puncak Kilimanjaro (5.869 mdpl). Pada 2000, Paimo bersepeda di kawasan Himalaya dalam ekspedisi Mera Peak – Khumbu Himal – Nepal. Sejak Juli lalu, dia menggelar kegiatan Transylvania – Alps Cycling Trip 2004.
Saya
pun sering membaca tulisan-tulisan Paimo bagaimana asyiknya bersepeda
ke gunung. Dia selalu mengatakan, bersepeda bukan cuma bikin sehat
tetapi sekaligus mengirit ongkos transportasi. Nah, karena alasan
itulah saya segera mempersiapkan diri ikut dalam ekspedisi Klub Sepeda
Gunung Avtech. Lewat perhitungan cermat, kami sepakat untuk menempuh
rute pendakian dari Gunung Putri, Cipanas. Alasannya sederhana: jalur
Gunung Putri relatif lebih cepat untuk menggapai puncak. Meski,
tantangan yang harus dihadapi medan pendakian yang berat .

Jalur
Gunung Putri memang tak ada kompromi dan pelit jalan datar. Dari awal,
kami sudah disuguhi tanjakan, ada yang seperti undakan tangga hingga
ada yang terjal dengan medan
berbatu-batu dan sisa akar pohon yang melintang. Sepeda hanya bisa
dipakai hingga batas antara kebun masyarakat dengan hutan TNGP.
Tanjakan pertama kami hadapi saat perjalanan mencapai pos milik Gunung
Gede Operation – markas relawan TNGP. Demi hemat tenaga, sepeda kami
tuntun sampai bertemu jalur yang lebih landai. Di Pos GPO, kami
disambut M. Said, pentolan relawan yang sudah “nongkrong’ di Pos Gunung
Putri sejak 1986. Lepas dari Pos GPO, jalur tanah berbatu-batu dengan
kemiringan sekitar 30 – 45 derajat. Di kiri-kanan pemandangan masih
didominasi kebun liki masyarakat. Sedang di hadapan kami, hutan TNGP
seperti merayu untuk memacu perjalanan. Sebelum memasuki batas hutan,
kami sempat beristirahat di warung terakhir. “Gue jalan duluan ya.
Paling-paling entar kesusul,” sebut Iwan. Bersama Deden, dia mulai
mengayuh sepeda di jalur datar sebelum menuruni satu-satunya turunan
sebelum kembali mendaki melewati jalur batu-batu. Di tengah jalan, kami
mendapat hadiah: guyuran hujan. Wuiihh… uji mental pun dimulai. Hujan
yang makin deras di awal malam itu makin menambah ketegangan. Jalur
berbatu seperti undakan tak lagi kelihatan. Sementara kami harus meniti
undakan keseimbangan tak boleh hilang, meleng sedikit sepeda bisa
tersangkut batang pohon. “Wah, berat juga ya,” kata Deden sambil
tersengal-sengal. Untuk mencapai pos pusat informasi Gunung Putri
sepeda harus dipanggul. Pemanggulan sepeda sebetulnya sudah dilakukan
sejak memasuki batas hutan TNGP. Mau bagaimana lagi, tanjakan sudah tak
mungkin dilewati dengan mengayuh sepeda. Karena membawa sepeda,
pendakian terasa lambat sekali. Pos pusat informasi yang jaraknya 1,3
kilometer harus kami tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Apalagi dalam
kondisi basah begini. Walhasil, begitu sampai di pos pusat informasi
kami segera memutuskan untuk bermalam di tempat ini. Fuiihh… basah,
basah dan semua basah.

Usai makan malam, kami melakukan briefing
dan evaluasi perjalanan. Kami lebih banyak membahas cara membawa sepeda
yang efektif. Terlebih, perjalanan berikutnya dipastikan sepeda akan
dipanggul terus. Saya dan Edith berdiskusi mengenai pengambilan gambar
untuk kebutuhan dokumentasi. “Man, (Nikon) F4 bakalan gue masukin ransel. Paling-paling gue
pakai FM3A. Jadi lo yang pegang miniDV ya,” atur Edith. Saya mengangguk
setuju. Dalam perjalanan ini, kami membawa Nikon F4 dengan lensa tele
80 – 200 mm, FM3A dengan lensa lebar (wide angle), Nikon Coolpix 2100
dan Nikon F75 lensa AF Nikkor 28 – 80 mm serta lensa AF Nikkor 70 – 300
mm. Untuk kebutuhan pengambilan gambar bergerak, tersedia satu unit JVC
MiniDV.   

Panggul Sepeda sampai Alun-alun
Esok
harinya, kami bergerak ke shelter 2, Legok Lenca (2150 mdpl). Sebelum
mencapai shelter ini kami sempat melewati pos I yang berupa bangunan
tembok, kira-kira seukuran pos hansip. Perjalanan ke shelter 2 tetap
dengan cara yang sama: panggul sepeda. Iwan Budiyanto dan Hendra
terlihat kerepotan mengatur nafas saat melintasi tanjakan antara
shelter 4 Lawang Seketeng (2500 mdpl) hingga shelter 5 Simpang Maleber
(2626 mdpl). Meski jaraknya hanya 1 kilometer, tetapi tanjakan yang
harus dilahap medannya benar-benar bikin kesal. Terjal dengan rintangan
akar-akar pohon yang melintang di tengah jalur. Sebagai informasi,
jarak antara pos Gunung Putri hingga shelter 4 sekitar 3,1 kilometer.

Gara-gara
jalur yang terjal, sepeda yang kami bawa seringkali terantuk akar atau
tersangkut dahan. Pendakian sangat lambat. Baru beberapa kali naik,
sudah istirahat. Teori 30 menit berjalan dengan diselingi 5 menit
istirahat sama sekali tak terpakai. “Yah, yang penting enjoy
aja lah,” ucap Yudi kalem. Sementara Hesti dan Murni anggota putri klub
sepeda ini segera mengangguk setuju. “Sebelum Lawang Seketeng,
tanjakannya nggak terlalu curam sih. Jadi, kita nggak
terlalu ngos-ngosan, tapi habis itu tanjakannya betul-betul bikin
capek,” sebut  Deden saat beristirahat di shelter 5 Simpang Maleber.
Lepas dari shelter 5, rute tanjakan belum usai. Tetapi  tidak seterjal
yang sebelumnya. Hitung punya hitung, pendakian dari pusat informasi
hingga shelter 6 Alun-alun Timur Surya Kencana (2750 mdpl) dalam 7 jam
perjalanan. Padahal dalam pendakian normal rute pos Gunung Putri –
Alun-alun Timur Surya Kencana yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dapat
ditempuh sekitar 3 jam.

Lantaran
terbilang langka, kabar pendakian Gunung Gede dengan membawa sepeda
sudah tersiar kemana-mana. Saking penasaran, beberapa penduduk sampai
mengikuti perjalanan kami. Mereka seperti tak habis pikir, kenapa ada
orang yang mau bersusah payah bersepeda ke puncak gunung. Saat melihat
sepeda lebih sering dipanggul, mereka pun berkomentar,” Ini mah namanya
sepeda naik orang.” Keheranan dan ketakjuban juga menyelimuti peserta
dan panitia Jambore Jejak Petualang. Tayangan dokumenter yang disiarkan
TV 7 ini kebetulan pada saat yang sama sedang menggelar ajang kumpul
komunitas penggemar mereka. Rute pendakian yang mereka lalui, mendaki
dari Gunung Putri dan turun lewat jalur Cibodas. Sebagai pusat
kegiatan, terpilih Alun-alun Barat Surya Kencana – lembah dengan
hamparan rumput dan tanaman eidelweiss di antara Gunung Gumuruh dan
Puncak Gunung Gede.

Dari
Alun-alun Barat Surya Kencana ke Puncak Gunung Gede pendakian hanya
makan waktu 45 menit. Maklum jaraknya memang dekat hanya, setengah
kilometer saja. Tanpa beban, pendakian ke puncak rata-rata makan waktu
setengah jam. Malahan, teman-teman Wanadri dari tim Ekspedisi Carstensz
Wanadri 2004 sanggup melahap perjalanan ini 30 menit pulang pergi.

Jalur
ke puncak Gede di dominasi batu-batu besar yang mudah lepas. Akar pohon
yang melintang juga menyulitkan kami memanggul sepeda. Di belakang
kami, pemandangan lembah Surya Kencana terhampar indah. Di kejauhan
warna-warni tenda milik peserta Jambore Jejak Petualang TV7 menghiasi
pemandangan itu. Sayup-sayup terdengar kehebohan acara itu. Hesti,
Murni dan Devi lebih dulu mencapai puncak Gede. Berikutnya saya, Yudi,
Hendra, Omen dan Iwan. Di sekitar kawah, kami masih mendapat
pemandangan bagus. Kabut belum lagi turun jadi kegagahan puncak
Pangrango masih sempat kami abadikan. Terima kasih Tuhan.
Logged

---Manunggaling Kawula Gusti---
inbimoad_00
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 41


Email
« Reply #7 on: February 19, 2010, 10:32:47 AM »


Ada pertanyaan yang cukup mengelitik gw adalah kenapa komunitas sepeda selalu dihubung2kan dengan B2W, padahal tidak semua komunitas sepeda itu b2W?

ada yang tau kenapa?

salam kenal om ganroses linknya oke2 n so informatif.. mau coba sharing tentang kenapa komunitas sepeda selalu dihubung2kan dengan B2W padahal, memang, tidak semua komunitas sepeda itu b2W.

begini sepeda kan itu sejatinya adalah jenis transportasi yg secara umum fungsinya untuk memindahkan orang (pengendara) dari satu tempat menuju tempat lainnya. jadi orang awam yg melihat pengendara yg gowes menuju tempat kerja itu biar gampang di sebut aja BTW, sebelum ada BTW pun sudah bnyk masyarakat yg bersepeda menuju tempat bekerja. nah mungkin berangkat dari kesamaan hobby, dan lokasi akhirnya terbentuklah BTW. dan biasanya sekarang tiap rombongan BTW punya titik temu. saat moment ketemuannya itulah mereka kadang membuat rencana akhir pekan mau maen di mana, ada yg kebetulan hobby sepedaan yg agak menantang mau nyoba track RA atau JJ akhirnya mereka cenderung bermain XC, ada yg suka Lalumpatan mereka pun nyoba bermain Dirtjump di mangkok UI atau senayan samping masjid Albina, ada yg kebetulan sepedanya Fullsus dan cocok buat nyoba cikole or sebex di gunung pancar, ada yg suka fork rigid n cenderung pecicilan nyoba2 trackstand dan hopping cendrungnya ke Biketrial. jadi BTW memang punya andil yg cukup besar dalam memperkenalkan komunitas sepeda.. dan menurut saya sangatlah wajar jika BTW selalu di hubungkan dengan komunitas sepeda.. karena banyak komunitas lain seperti yg telah saya sebutkan berawal dari BTW. ya memang tidak semua tetapi paling tidak BTW cukup mewakili terbentuknya komunitas sepeda yg laen.. dan kini merambah ke onthel dan low rider.. maaf kalo belum memuaskan ke ingin tauan om ganroses.. thanks
Logged
Heiho
SUPPORT
Letnan
**

GRP: 0
Posts: 128



« Reply #8 on: March 17, 2010, 04:02:08 PM »

anyak orang tahu bahwa bersepeda memberi banyak manfaat. Pertama, untuk jenis sepeda umum, artinya tidak berkelas, harga sepeda jauh lebih murah daripada harga kendaraan bermotor, ambil contoh sepeda motor. Kalau harga sepeda motor on the road rata-rata Rp 15 juta, uang Rp 1 juta sudah dapat model sepeda yang lumayan. Berarti kita bisa menghemat Rp 14 juta.

Sepeda tidak memerlukan tetek bengek surat-surat penting, seperti faktur, BPKB, STNK, SIM, dan biaya administrasi yang besar. Ketika membeli sepeda, kita cukup datang ke toko sepeda, pilih merek, model, dan warna yang disukai. Bila cocok, langsung bayar dan saat itu juga on the road, bisa langsung ngageuleuyeung.

Kedua, bersepeda berarti cinta kesehatan diri dan lingkungan. Bersepeda sama halnya dengan joging. Kaki menggenjot pedal sepeda sama halnya dengan berjalan. Maka, jantung akan semakin bekerja keras dan peredaran darah kita diperlancar. Metabolisme tubuh pun berlangsung dengan baik untuk membuang toksin-toksin dari tubuh dan membuangnya lewat keringat, urine dan feses. Otot-otot kaki diperkuat, pernapasan diperlancar, dan paru-paru dibersihkan.

Bersepeda juga berarti kita ikut membersihkan dunia dari polusi udara dan menekan efek rumah kaca dari gas-gas buangan (CO2) hasil pembakaran bensin dalam mesin dan gesekan ban terhadap aspal. Menurut penelitian, pada kecepatan di atas 8 kilometer per jam, gesekan ban terhadap aspal menghasilkan polutan.

Gas-gas tersebut dapat mengganggu pernapasan dan memengaruhi kondisi lingkungan yang dapat membantu pola-pola mutasi aneka jenis mikroorganisme. Dengan ikut membersihkan dunia, berarti kita ikut menciptakan lingkungan yang sehat untuk semua makhluk hidup. Dengan demikian, berarti kita ikut serta membangun kesehatan masyarakat.

Selain itu, dengan bersepeda, dalam kaitannya dengan masalah kesehatan, berarti kita mengurangi polusi tanah dan air sebagai akibat pembuangan limbah oli, ban, dan onderdil bekas yang dapat mencemari tanah. Kita juga mengurangi polusi suara. Bandingkan dengan sepeda, berapa ratus pun sepeda di jalanan tidak akan menimbulkan polusi suara seperti sebuah sepeda motor.

Hemat BBM

Ketiga, dari segi ekonomi. Penggunaan moda transportasi sepeda akan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Dengan mengurangi penggunaan BBM, baik pemerintah maupun masyarakat diuntungkan dalam bentuk penghematan pengeluaran biaya. Sebagai ilustrasi, ambil contoh sepeda motor, konsumsi BBM sepeda motor per minggu rata-rata 5 liter. Berarti diperlukan Rp 22.500 per minggu atau Rp 90.000 per bulan. Dengan bersepeda, kita dapat menabung Rp 90.000-Rp 100.000 dari penghematan BBM. Jadi, bersepeda berarti juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi pemerintah, keuntungan masyarakat berkendara sepeda adalah penghematan dana triliunan rupiah dari biaya impor BBM dan biaya produksi Pertamina untuk mengolah minyak mentah menjadi BBM. Jadi, dengan penghematan ini pemerintah pun memiliki cadangan devisa yang sangat besar atau persediaan dana bantuan untuk memperlancar pembangunan.

Keempat, jika masyarakat bersepeda, pemerintah akan banyak menghemat dana untuk pembangunan jalan raya dan perawatan jalan. Sebab, moda transportasi sepeda tidak membutuhkan jalan yang lebar dan roda-rodanya tidak akan mengakibatkan jalan penuh kubangan. Bandingkan dengan mobil, misalnya.

Kelima, dari segi sosial budaya. Bersepeda membentuk pola hidup sederhana dan karakter pekerja keras. Sederhana karena modanya memang dapat dibeli dengan harga murah. Karena murah, tidak akan terjadi pamer kekayaan. Dengan menggenjot pedal sepeda setiap hari, berarti kita masuk dalam sikap kerja keras.

Keenam, moda transportasi sepeda juga akan menekan tingkat kecelakaan dan beratnya dampak kecelakaan. Katakanlah, ketika bersepeda terjadi tabrakan, dapat dipastikan tingkat risiko pengendaranya kecil, paling lecet-lecet di lutut dan tangan. Berat- beratnya, tijalikeuh.

Kurang dilirik

Melihat berbagai manfaat bersepeda, semestinya masyarakat menjadikan sepeda sebagai pilihan bertransportasi. Akan tetapi, mengapa hal itu tidak terjadi? Bahkan kendaraan bermotor jauh lebih disukai.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, penjualan motor pada semester I-2008 mencapai 3.055.327 unit atau 65 persen dari penjualan motor tahun 2007. Penjualan sampai akhir 2008 melampaui penjualan tahun 2007.

Dari penjualan sepeda motor semester I-2008 tersebut, Honda masih mendominasi dengan penjualan 1.405.669 unit atau 46 persen. Penjualan motor Yamaha sebanyak 1.203.851 unit, Suzuki 405.339 unit, Kawasaki 17.180 unit, dan lainnya 22.688 unit.

Penjualan mobil baru di Indonesia berkembang menjadi 47 persen atau 51.639 unit mengacu pada data penjualan mobil bulan April 2008.

Ada dua alasan yang ditengarai membuat masyarakat lebih menyukai kendaraan bermotor. Pertama, alasan keselamatan. Kalau kita perhatikan, perilaku pengguna jalan yang saling serobot dan mengancam keselamatan jiwa orang lain merupakan pemandangan sehari- hari. Hal itu terutama dilakukan oleh pengemudi kendaraan umum yang mengejar setoran dan pengendara sepeda motor. Akibatnya, keselamatan jiwa pengguna jalan sangat terancam. Akhirnya, mereka enggan bertransportasi dengan sepeda.

Alasan kedua adalah kenikmatan, kecepatan, dan prestise, yang dirasakan dengan kendaraan bermotor. Maka, jika kita mencintai alam, makhluk hidup, dan masa depan kehidupan ini, berkereta angin dalam aktivitas sehari-hari harus menjadi pilihan penting setiap anggota masyarakat dan menjadi gerakan bersama. Tentu ada sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi.

Pertama, memberikan insentif berupa jaminan keselamatan penuh dari instansi dan pihak-pihak terkait yang berurusan dengan ketertiban pengguna jalan, misalnya dinas lalu lintas dan angkutan jalan serta polisi lalu lintas.

Kedua, para inohong mau menjadikan diri mereka sebagai contoh dan panutan masyarakat. Masyarakat kita dikenal sebagai masyarakat prismatis, selalu tergantung pada panutannya.

Bagaimanapun, untuk meraih manfaat bersepeda itu, bersepeda harus dijadikan kebiasaan masyarakat. Maka, untuk mewujudkannya, bagaimana kalau sehari dalam seminggu warga masyarakat diimbau untuk bersepeda, sepenting dalam seminggu, yaitu Kamis dan Jumat, memakai baju batik?

Berarti perlu dukungan spirit dari pemerintah, khususnya di Tatar Sunda, demi memulihkan kondisi alam kita yang kakoncara kasuburan sareng kaendahannana, gemah ripah loh jinawi, rahayatna hirup tata tengtrem, repeh rapih, kerta raharja. Hayu, atuh! Y SUPARSA A Guru, Tinggal di Cirebon (kompas.com)
Logged

---Manunggaling Kawula Gusti---
ala_abro
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 36


muftiku
Email
« Reply #9 on: April 13, 2010, 09:18:26 PM »

ada yang doyan sepeda'an keluar kota gak...? semisal yang berdomisili di Jakarta pingin sepedaan di kota solo gitu, atau sebaliknya..? Tahun 2009 kemarin siyh saya sempet diajak temen2 sepedahan ke Bali.. tahun ini pingin jalan2 jauh lagi. kali aja ada temen yang berminat joinan kita jalan2 kemana kek gitu yuk..

oiya niyh saya mo pamer oleh2 sepedahan di bali, di blog tmn sayah... Grin
http://mahargyojati.multiply.com/photos/album/14/keliling_Bali_sama_Dahon
ini yg udah dirapihin tmn saya kita klo nggak salah kita cuma ber 8 waktu itu sepedaannya..
  thv. Mohon maaf klo ada salah2 kata 


Logged

:: m... nganu... ::
sandal_bakiak
Kolonel
***

GRP: 2
Posts: 504



« Reply #10 on: April 14, 2010, 06:32:20 PM »

salut dan kagum dah bwt om yg di atas saia ni...
mantaabbbbb dah om...
 
Logged
ala_abro
Sersan
**

GRP: 0
Posts: 36


muftiku
Email
« Reply #11 on: April 14, 2010, 11:42:21 PM »

salut dan kagum dah bwt om yg di atas saia ni...
mantaabbbbb dah om...
 


  salute.. buat Coreby yang komit nggak bosen ngasih info2 kegiatan bersepeda!!!.....
Logged

:: m... nganu... ::
Heiho
SUPPORT
Letnan
**

GRP: 0
Posts: 128



« Reply #12 on: July 01, 2010, 01:25:32 PM »

Pagi ini seperti biasa saya berangkat B2W jam 8.20,siap-siap,pamit,dan
ketika keluar rumah tak lupa baca doa lengkap mulai dari doa keluar
rumah,doa naik kendaraan,sampai doa pagi&sore,tetapi belum sampai 500m gowes
sudah ada kejadian yang merusak pagi,di jalan Gunawarman (satu arah) ada
motor yg motong jalan nyebrangin Gunawarman dari arah Kertanegara kanan
(ciragil) ke arah daksa. Karena sebenarnya disitu nggak boleh nyeberang
motong jalan seperti itu maka motor tersebut sedikit ngelawan arah. Saya yg
kaget ngeliat tiba2 ada motor nyebrang & ngelawan arah langsung reflek
teriak. *"WOII!!"*
Diteriakin seperti itu ternyata si motor bukannya ngerasa salah malah
melotot.ketika saya menoleh ke belakang terlihat dia berhenti dan melotot.
Darah muda ini pun tiba-tiba mendidih.Udah secara jelas&telak dia
salah&melanggar tapi malah melotot ngajak berantem, sempat terpikir untuk
berhenti dan putar balik mengkonfrontasi tapi mendadak inget quote di film
Karate Kid, *"The best fight is the one you avoid"*.

Baru keluar rumah menghadapi kejadian seperti itu tentu saja membuat gowes
jadi tidak konsen. Di perjalanan sempat menyesal kenapa tadi nggak ribut
aja. Setan di dalam hati berbisik
*"harusnya tadi ribut aja sekalian,kalau nggak dikonfrontasi dia nggak akan
sadar kalau salah"*,
Tapi di sisi lain saya berpikir,kalau tadi ribut tentu nggak akan ada
habisnya,*"ego"* dia terlalu malu untuk mengakui kesalahan, ujung2nya si
"ego" ini akan mengatasnamakan "harga diri",mendorong untuk
berantem,luka2,dan bisa2 sampai melibatkan polisi, atau sesial2nya saya
pasti jadi telat masuk kantor dan kemungkinan besar pengendara motor
tersebut akan sentimen dengan para pengendara sepeda.

Sepanjang perjalanan dari senopati ke kantor kepala ini rasanya suntuk
sekali,masih panas memikirkan kejadian tersebut,tapi untungnya masih bisa
menahan diri dan menjaga kewaspadaan dalam menggowes, sampai ketika di
daerah sudirman-setiabudi saya melewati bapak2 bersepeda tua yg berhenti di
pembatas jalan dan terlihat bermasalah dengan sepedanya. Saya yg masih gowes
suntuk 1/2 bengong baru sadar ketika melewati bapak2 tersebut dan langsung
berhenti. Meskipun dengan pengetahuan teknis yg pas-pasan ini saya belum
tentu bisa bantu,tapi saya inget di milis B2W pernah ada yg bilang *"Kalau
saya sih klo ada yg berhenti utk sekedar nanya 'kenapa?' aja udah seneng"*,
Selidik punya selidik,ternyata rantai sepeda si bapak bermasalah,entah
kenapa rantainya berbelit seperti pita kusut dan tangan si bapak pun sudah
hitam belepotan mencoba meluruskan rantai. Dalam hati saya berpikir *"wah,ini
mah gua gak bisa ngapa2in,nggak bawa pemotong rantai,seandainya bawa juga
belum pernah nyoba :p"*, sempat terpikir utk melanjutkan perjalanan lagi
karena udah telat dan takut ditegur atasan karena load kerjaan lagi
banyak,belum lagi saya selalu B2W dengan celana kantor jadi takut celana ini
jadi kotor kena rantai sepeda, tapi karena kepalang tanggung udah berhenti
akhirnya nyoba bantuin juga.
Alhamdulillah setelah beberapa menit mencoba ternyata solusinya sederhana,
rantainya cukup diputar-putar ke kanan biar nggak berbelit lagi, mungkin
karena panik jadi tadi saya&si bapak nggak kepikiran untuk mencoba seperti
itu.Saya pun pamit pergi duluan karena udah telat.

Selepas dari sana tiba2 kepala ini nggak suntuk lagi,hilang sudah emosi dan
rasa kesal terhadap si pengendara motor.Saya jadi mikir, kalau tadi nurutin
emosi mungkin saya nggak akan berkesempatan membantu si bapak, nggak jadi
berbuat baik, dan malah bikin dosa.Ketika sedang berpikir seperti itu,di
trotoar Hotel Indonesia ada beberapa motor+polisi berhenti,terlihat ada
wanita berjilbab tergeletak dan sedang dicoba diangkat oleh orang2 ke mobil.

Entah apa yg barusan terjadi,kecelakaan seperti apa yang menimpa wanita
tersebut,tapi alhamdulillah tidak terlihat ada pendarahan dan sudah banyak
yg menolong.
Seketika saya langsung teringat almarhum Om Dara&Om Hendri yg meninggal
karena kecelakaan di jalan, bisa saja saat itu saya yang tergeletak di situ.
Dan apa jadinya bila tadi saya nurutin emosi berantem sama motor?lalu di
Bunderan HI terkena kecelakaan dan meninggal dalam keadaan hati penuh
dengki?
*Na'udzubillah min dzaalik*.

Sampai di kantor,ternyata si bos lagi training,telat pun nggak keliatan sama
dia,kalau tadi nggak jadi bantuin si bapak pasti saya nyesel banget.Sungguh
pagi yang panjang. jarak rumah ke kantor cuma 30menit gowes santai tapi
disuguhi 3 kejadian yg patut diambil pelajaran. Semoga kita semua selalu
berhati-hati di jalan,menjaga diri dari kecelakaan,dan juga menjaga hati
dari emosi dan melakukan tindakan2 yang tidak perlu Smiley

-adit ting2-
"The Only Thing That Can Unite The World is an Alien Attack!!"

source : Subject: [b2w] B2W Pagi Ini: Antara Dosa,Pahala,dan Ajal.
Logged

---Manunggaling Kawula Gusti---
Heiho
SUPPORT
Letnan
**

GRP: 0
Posts: 128



« Reply #13 on: August 16, 2010, 09:55:48 PM »

Salam Om Tans,
saya adalah anggota Pasif di Milis ini, saya cm mw sharing penalaman yang pagi ini baru saja saya alami khususnya buat tante2 yang biasa bersepeda sendirian di pagi ato malam hari.

Pagi ini seperti biasa saya start dari rumah jam 5 pagi, karena ada jadwal siaran pagi. saya sengaja gowes pelan2 biar ga terlalu capek, perjalanan dilalui seperti biasa. tetapi alangkah kagetnya saya ketika melintas di depan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jl. KH Agus Salim dekat masjid Bunga Bangsa ada pengendara sepeda motor yang memelankan motornya dan melakukan hal yang sangat kurang ajar kepada saya, dia memegang dada saya. Saya teriak "AllahuAkbar" karena saking kaget dan marahnya saya, dan saya coba mengejar, dia malah ngebut!! Alhamdulillah saya sempat mengingat no plat motor setan tersebut B 6108 KHG, dengan pengendara laki2 gendut. Untuk ketahui kondisi jaln ahad pagi ini cukup sepi. Sampai saya menulis cerita ini saya masih gemetar menahan marah.

saya cuma mau mengingatkan para pengendara sepeda terutama kaum perempuan yang biasa gowes pagi2 atau malam hari untuk berhati2, orang2 seperti yang melakukan pelecehan seksual terhadap saya banyak di luar sana, dan mudah2an dengan cerita saya ini bisa diambil pelajaran. Tapi kalo ada oms dan tans yang mengetahui motor dgn plat nomor itu harap hubungi saya di 08561532299. Terima kasih sudah berkenan untuk Membaca.

Salam
Logged

---Manunggaling Kawula Gusti---
toge
HUMAS
Letnan Jendral
****

GRP: 10
Posts: 1246

salam untuk semua

5649790 toge toge
Email
« Reply #14 on: August 18, 2010, 02:13:58 PM »

dapet doorprize gak tuh yah kalo diberitahu pemilik plat itu...
Logged

...kondisi yang memainkan peran penting...
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Subject Started by Replies Views Last post
FINAL REPORT SERGAP MERAPI !!! « 1 2 ... 12 13 » Andi SERGAP ! 180 11620 Last post November 08, 2008, 10:18:32 PM
by jenggot
Catatan Pendek Latimojong 2a : Anoa, anoa, ANOAA!! paman yudi 4 529 Last post June 23, 2009, 04:44:16 PM
by paman yudi
FINAL REPORT TIM SERGAP GUNUNG CIKURAY 2009 Andi SERGAP ! 8 1088 Last post February 11, 2009, 03:44:00 PM
by dZIEL
FINAL REPORT BELAJAR NAVDAR « 1 2 3 4 » dZIEL 45 3449 Last post March 31, 2010, 07:54:43 AM
by catwoman
Pengecekan peralatan sebelum pendakian « 1 2 » newyogyes_top 29 3211 Last post September 04, 2009, 11:34:18 PM
by Krupoek_MLarat

TinyPortal v1.0.5 beta 1© Bloc